Anak Trauma Lihat Potong Hewan Kurban, Harus Bagaimana?

14 hours ago 9

Jakarta -

Jika anak trauma lihat potong hewan kurban, banyak orang tua langsung merasa bingung dan khawatir. Apalagi saat momen Idul Adha, rasa ingin tahu anak terhadap penyembelihan hewan kurban begitu besar, Bunda.

Di hari raya ini, umat Islam biasanya melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari ibadah. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail.

Bicara soal ini, setiap anak bisa menunjukkan reaksi yang berbeda saat melihat proses penyembelihan hewan kurban, Bunda. Ada yang penasaran dan tenang, tetapi ada pula yang merasa takut, menangis, atau mendadak diam setelah melihatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lalu, bagaimana jika anak merasa trauma setelah melihat proses pemotongan hewan kurban, ya? Apakah ada usia tertentu bagi anak untuk mulai melihat proses tersebut secara langsung?

Cara menghadapi anak yang trauma melihat pemotongan hewan kurban

Psikolog anak dan keluarga asal Jakarta, Sani Budiantini Hermawan, mengatakan bahwa rasa ingin tahu anak terhadap hewan kurban memang begitu besar. Namun, tidak semua anak benar-benar siap melihat proses penyembelihannya secara langsung.

Menurut Sani, jika anak belum siap melihat penyembelihan hewan kurban, mereka bisa mengalami trauma yang cukup lama. Dampaknya, anak bisa menjadi murung, sedih, atau bahkan enggan makan daging.

"Memang anak biasanya penasaran untuk melihat hewan yang disembelih. Tapi ternyata enggak semua anak siap untuk melihat penyembelihan kurban tersebut. Kadang-kadang anak juga akhirnya enggak mau makan daging, murung, kemudian sedih berkepanjangan karena kasihan," ungkapnya ketika diwawancarai oleh HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh psikolog anak dari Tiga Generasi Brawijaya Clinic, Marcelina Melissa atau yang akrab disapa Lina. Ia menjelaskan bahwa anak bisa merasa terkejut ketika melihat hewan yang tampak kesakitan saat proses penyembelihan berlangsung.

"Anak juga bisa kaget melihat binatang yang kesakitan. Buat mereka kesakitan menimbulkan beberapa respons. Bukan enggak mungkin ada anak yang ingin menolong karena merasa binatang perlu ditolong," tutur Lina saat berbincang dengan HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Dalam hal ini, psikolog Sani menyampaikan bahwa kesiapan anak melihat penyembelihan hewan kurban perlu diperhatikan terlebih dahulu oleh orang tua. Salah satu caranya bisa dengan mengajak anak melihat proses kurban dari jarak jauh sambil memperhatikan reaksinya.

"Jadi menurut saya, siap enggak siapnya anak itu perlu diobservasi oleh orang tua sejauh mana dia oke. Misalnya dari jauh dulu melihatnya, kemudian mungkin mendekat kalau dia oke. Tapi kadang-kadang anak enggak tahu dia oke or not oke. Makanya harus dilihat dari jauh dahulu," kata Sani.

Lantas, bagaimana cara menjelaskan kepada anak tentang makna di balik penyembelihan hewan kurban ya, Bunda?

Tips mengenalkan makna kurban kepada anak

Sani menuturkan bahwa kebanyakan anak laki-laki cenderung lebih berani melihat proses penyembelihan hewan kurban dibandingkan anak perempuan. Meski begitu, kesiapan setiap anak tetap berbeda-beda ya, Bunda.

"Biasanya anak cowok itu lebih berani dibandingkan anak cewek secara umumnya dan biasanya di sekolah SD diperbolehkan melihat. Tapi balik lagi tetap harus diingat riwayatnya bagaimana," jelasnya.

Selain itu, Sani juga mengingatkan orang tua untuk memahami karakter anak terlebih dahulu sebelum mengajak mereka melihat penyembelihan hewan kurban. Terutama bila anak mudah merasa tidak enak atau sensitif terhadap sesuatu yang membuatnya sedih.

"Kalau anaknya sering enggak enakan atau cenderung sensitif, lebih baik enggak (diberikan melihat penyembelihan kurban). Atau kita juga bisa melihat melalui video, enggak secara langsung. Jadi kita tahu nih efeknya apa sebelum hari H-nya," katanya.

Lebih lanjut, Sani menjelaskan bahwa hal terpenting dalam Idul Adha sebenarnya bukan soal melihat proses penyembelihannya, Bunda. Anak justru harus tahu makna dan nilai yang ada di balik ibadah kurban tersebut.

"Yang terutama sebenarnya bukan melihat penyembelihannya, sih. Tapi maknanya apa. Makna Idul Adha itu apa? Mengingatkan kita bahwa ini adalah firman Tuhan kepada Nabi-Nya dan dipatuhi," kata Sani.

"Oleh karena itu, kita sebagai makhluk Tuhan memang harus mematuhi apa yang difirmankan Tuhan. Makanya rajin salat, mengaji, dan sebagainya. Jadi lebih ke maknanya dibanding ke penyembelihannya," sambungnya.

Itulah penjelasan mengenai anak yang trauma melihat proses pemotongan hewan kurban serta tips mengenalkan makna kurban kepada anak di momen Idul Adha. Semoga informasinya dapat membantu, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online