Apple Kembangkan Fitur Anti Jambret Baru untuk iPhone

11 hours ago 7

Selular.ID – Apple dilaporkan tengah mengembangkan fitur keamanan baru untuk iPhone yang dirancang untuk melindungi perangkat dari aksi penjambretan atau pencurian mendadak.

Fitur tersebut disebut akan memperkuat sistem perlindungan perangkat ketika iPhone terdeteksi berpindah tangan secara paksa atau dibawa kabur oleh pelaku pencurian.

Laporan terbaru yang beredar pekan ini menyebut Apple sedang menguji teknologi anti-snatch atau anti jambret sebagai bagian dari pengembangan fitur keamanan iOS generasi berikutnya.

Sistem itu dikabarkan mampu mendeteksi pola gerakan mencurigakan menggunakan sensor internal seperti accelerometer, gyroscope, serta dukungan kecerdasan buatan atau AI di perangkat.

Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait fitur tersebut.

Namun langkah ini dinilai sejalan dengan strategi perusahaan yang dalam beberapa tahun terakhir semakin fokus memperkuat perlindungan data dan keamanan perangkat pengguna iPhone.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan informasi yang beredar, fitur anti jambret itu akan bekerja dengan mendeteksi perubahan gerakan ekstrem yang identik dengan pencurian mendadak, misalnya ketika iPhone tiba-tiba berpindah dengan kecepatan tinggi setelah direbut dari tangan pengguna.

Sistem kemudian dapat langsung mengaktifkan lapisan perlindungan tambahan seperti mengunci akses perangkat secara otomatis atau membatasi akses ke data sensitif.

Apple sebelumnya telah memperkenalkan sejumlah fitur keamanan berbasis lokasi dan biometrik di iOS. Salah satunya adalah Stolen Device Protection yang hadir melalui pembaruan iOS 17.3 pada awal 2024.

Fitur tersebut menambahkan verifikasi Face ID dan jeda keamanan tambahan ketika pengguna ingin mengakses informasi penting di lokasi yang tidak dikenali.

Kehadiran teknologi anti jambret baru diperkirakan menjadi pengembangan lanjutan dari sistem keamanan tersebut.

Apple disebut ingin memperkecil risiko pencurian data pribadi ketika perangkat berhasil direbut pelaku sebelum pengguna sempat mengaktifkan mode hilang atau remote lock.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus pencurian smartphone dengan target data finansial dan identitas digital meningkat di berbagai negara.

Pelaku tidak hanya menjual perangkat hasil curian, tetapi juga berupaya mengakses aplikasi perbankan, dompet digital, hingga akun media sosial korban.

Karena itu, vendor smartphone mulai menempatkan keamanan perangkat sebagai salah satu fitur utama.

Google misalnya telah memperkenalkan Theft Detection Lock di Android yang memanfaatkan AI untuk mendeteksi gerakan pencurian dan langsung mengunci perangkat secara otomatis.

Langkah Apple mengembangkan fitur serupa memperlihatkan persaingan keamanan perangkat kini semakin penting di industri smartphone premium.

Vendor tidak lagi hanya bersaing pada performa chipset dan kualitas kamera, tetapi juga kemampuan melindungi data pengguna secara real-time.

Apple selama ini dikenal mengandalkan pendekatan keamanan berbasis perangkat atau on-device security.

Banyak proses keamanan dilakukan langsung di iPhone tanpa mengirim data sensitif ke server cloud, termasuk pemrosesan biometrik Face ID dan enkripsi data pengguna.

Selain memperkuat perlindungan perangkat, fitur keamanan baru juga menjadi bagian penting dalam strategi ekosistem Apple.

Tingginya integrasi layanan seperti Apple Pay, iCloud, dan Passwords membuat keamanan akun pengguna menjadi prioritas utama perusahaan.

Laporan mengenai fitur anti jambret iPhone muncul menjelang pengembangan iOS generasi terbaru yang diperkirakan diumumkan Apple pada ajang Worldwide Developers Conference atau WWDC 2026.

Event tahunan tersebut biasanya digunakan Apple untuk memperkenalkan pembaruan sistem operasi, teknologi AI, dan fitur keamanan baru untuk perangkat iPhone, iPad, serta Mac.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai nama final maupun jadwal peluncuran fitur anti jambret tersebut.

Apple juga belum mengonfirmasi apakah fitur itu akan tersedia untuk seluruh model iPhone atau hanya perangkat tertentu yang mendukung pemrosesan AI terbaru.

Pengembangan fitur keamanan berbasis AI di smartphone diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas digital pengguna di perangkat mobile.

Industri smartphone kini semakin menempatkan keamanan data dan perlindungan identitas sebagai elemen utama dalam pengembangan sistem operasi modern.

Baca Juga: Google Perluas Fitur Perlindungan Anti-Pencurian di Android

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online