Arm CSS for Mobile 2 Hadir, Fokus pada AI Agentic dan Grafis

5 hours ago 5

Selular.ID – Arm memperkenalkan Arm CSS for Mobile 2 pada 8 September 2026 sebagai platform komputasi baru untuk perangkat mobile yang dirancang menghadapi beban kerja agentic AI dan grafis berbasis AI.

Platform ini menggabungkan Arm C2 CPU cluster, Arm Mali G2-Ultra NX GPU, system interconnect, implementasi fisik, serta dukungan software dan tools pengembang dalam satu konfigurasi untuk perangkat generasi berikutnya.

Arm menempatkan CSS for Mobile 2 sebagai pendekatan komputasi yang bekerja pada tingkat sistem, bukan sekadar mengandalkan satu akselerator AI. Platform tersebut menggabungkan CPU, GPU dan komponen sistem agar berbagai proses AI dapat berjalan secara terkoordinasi di dalam perangkat.

Menurut Chris Bergey, Executive Vice President, Edge AI, Arm, perubahan pola penggunaan AI membuat perangkat membutuhkan platform komputasi yang mampu menangani proses secara berkelanjutan, mulai dari mempertahankan konteks hingga menjalankan aplikasi dan mengoordinasikan berbagai model serta layanan.

Fokus tersebut berkaitan dengan perkembangan agentic AI, yakni sistem AI yang tidak hanya menjawab perintah pengguna, tetapi dapat memahami konteks, merencanakan tahapan pekerjaan, menjalankan aplikasi, dan mengoordinasikan sejumlah proses untuk menyelesaikan tugas. Arm menilai pola kerja tersebut membutuhkan koordinasi antara CPU, GPU, memori, software dan komponen sistem karena seluruh proses harus tetap responsif dalam batas konsumsi daya dan termal smartphone.

Arm C2-Ultra Menjadi Penggerak AI di CPU

Bagian CPU pada CSS for Mobile 2 menggunakan Arm C2 CPU cluster yang terdiri dari C2-Ultra, C2-Pro, dan dua unit Scalable Matrix Extension 2 (SME2). SME2 merupakan ekstensi arsitektur Arm yang dirancang untuk mempercepat pemrosesan matriks dan beban kerja AI secara langsung pada CPU.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Arm menyebut konfigurasi tersebut menggandakan kemampuan SME2 dibanding generasi sebelumnya. Dalam pengujian Arm, konfigurasi C2-Ultra dengan dua SME2 mampu menyelesaikan alur kerja agentic AI secara keseluruhan hingga 24% lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

Pengujian tersebut mencakup pemrosesan suara, pengambilan informasi dari memori, penalaran, eksekusi aplikasi hingga penelusuran web.

Dibandingkan C1-Ultra, Arm C2-Ultra juga diklaim memberikan peningkatan hingga 1,7 kali pada performa AI untuk sejumlah model yang diuji.

Performa single-thread, atau kemampuan menangani satu rangkaian tugas secara cepat, meningkat hingga 15%. Arm juga mencatat konsumsi daya hingga 38% lebih rendah pada tingkat performa yang sama.

Pada tingkat cluster, Arm menyebut C2 menghadirkan peningkatan 15% pada kinerja web browsing, 12% pada waktu peluncuran aplikasi, dan 12% pada performa multi-thread.

Peningkatan ini ditujukan untuk mendukung pekerjaan yang berlangsung secara paralel, termasuk pencarian informasi, persiapan model AI dan eksekusi aplikasi.

Arm juga menyebut penggandaan kemampuan SME2 dapat menghasilkan peningkatan kecepatan hingga 70% pada sejumlah Small Language Models terbaru.

Model bahasa berukuran kecil tersebut dapat dijalankan langsung di perangkat sehingga proses tertentu tidak selalu harus dikirim ke server cloud.

Mali G2-Ultra NX Bawa Neural Graphics

Di sisi grafis, Arm Mali G2-Ultra NX menjadi komponen utama baru dalam CSS for Mobile 2. GPU ini merupakan GPU Mali pertama Arm yang memiliki dedicated neural accelerator, yaitu akselerator khusus untuk menjalankan beban kerja jaringan saraf secara lebih dekat dengan pipeline grafis.

Mali G2-Ultra NX juga membawa execution engine baru serta Ray Tracing Unit generasi ketiga. Ray tracing merupakan teknologi rendering yang mensimulasikan perjalanan cahaya untuk menghasilkan pencahayaan, bayangan dan pantulan yang lebih realistis.

Arm mengembangkan GPU tersebut untuk menjalankan neural graphics, yaitu penggunaan AI untuk membantu menghasilkan atau meningkatkan kualitas visual.

Salah satu penerapannya adalah Neural Super Sampling (NSS) yang merekonstruksi gambar beresolusi lebih tinggi dari hasil rendering beresolusi lebih rendah.

Ada pula Neural Frame Rate Upscaling (NFRU) yang menghasilkan frame tambahan untuk meningkatkan kelancaran tampilan.

Teknologi lainnya, Neural Super Sampling and Denoising (NSSD), menggabungkan peningkatan resolusi berbasis AI dengan proses pengurangan noise pada adegan yang menggunakan ray tracing.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas visual tanpa membuat beban rendering tradisional meningkat secara proporsional.

Menurut Arm, Mali G2-Ultra NX bersama Arm Neural Technology dapat mencapai peningkatan hingga empat kali dalam performa per watt untuk neural graphics.

Pada konten gim yang sudah ada, GPU tersebut juga menawarkan peningkatan performa hingga 14% dibanding generasi sebelumnya.

Dalam pengujian lain, arsitektur baru Mali G2-Ultra NX menghasilkan hingga 24% peningkatan performa benchmark dan 14% peningkatan performa gim non-AI.

Arm juga menyebut penggunaan NFRU dapat mendukung sesi gim mobile hingga 120 frame per detik dalam skenario yang diuji.

Ray Tracing dan AI Berjalan di Satu Platform

Mali G2-Ultra NX membawa Ray Tracing Unit generasi ketiga untuk menangani pencahayaan, bayangan, pantulan dan geometri yang semakin kompleks.

GPU tersebut juga mendukung Opacity Micromaps, teknologi yang membantu menangani geometri transparan atau berlapis secara lebih efisien.

Dalam salah satu demonstrasi Arm, penggunaan Opacity Micromaps meningkatkan frame rate hingga 30% sekaligus mengurangi beban ray tracing hingga 70%.

Angka tersebut merupakan hasil demonstrasi Arm pada skenario tertentu, bukan gambaran performa universal untuk seluruh gim atau perangkat.

Arm juga mengembangkan ekosistem software untuk mendukung adopsi teknologi grafis tersebut.

Arm Neural Graphics Development Kit menyediakan tools untuk mengintegrasikan teknologi seperti NSS dan NFRU ke dalam API grafis, game engine dan alur kerja pengembangan yang sudah digunakan pengembang.

Dukungan tersebut mencakup integrasi dengan Vulkan dan plugin untuk game engine seperti Unreal Engine.

Arm juga menyebut sejumlah perusahaan dalam ekosistem gim telah mengintegrasikan teknologi neural graphics, termasuk Tencent Games, Unity China, NetEase dan Infold Games.

CSS for Mobile 2 Gabungkan CPU, GPU dan System IP

Selain CPU dan GPU, CSS for Mobile 2 membawa SI L2 system interconnect untuk membantu mengatur komunikasi dan perpindahan data antar-komponen komputasi.

Interconnect berfungsi sebagai jalur penghubung yang membantu CPU, GPU dan komponen lain mengakses data secara lebih efisien ketika menjalankan beban kerja secara bersamaan.

Arm menyebut SI L2 menyediakan akses dengan latensi lebih rendah dan bandwidth lebih tinggi, sekaligus mendukung coherency serta quality of service.

Fungsi tersebut menjadi semakin relevan ketika berbagai unit komputasi menjalankan tugas berbeda tetapi tetap harus mengakses data dan memori yang sama.

CSS for Mobile 2 juga dirancang sebagai platform yang dapat dikonfigurasi oleh mitra silikon. Komponen tertentu dapat digunakan secara mandiri atau digabungkan dengan IP khusus maupun IP pihak ketiga sesuai kebutuhan produk.

Pendekatan tersebut memungkinkan produsen chip menyesuaikan kombinasi performa, efisiensi daya dan kebutuhan produk sebelum masuk ke tahap integrasi system-on-chip (SoC).

Dari sisi software, Arm mengandalkan ekosistem seperti Arm KleidiAI dan Arm AI Portal.

Arm AI Portal menyediakan model AI yang telah dioptimalkan, data performa dan akurasi, contoh kode serta sumber daya deployment untuk membantu pengembang mengevaluasi dan menerapkan model pada perangkat berbasis Arm.

Arm menyebut ekosistemnya mencakup lebih dari 22 juta pengembang.

Peluncuran CSS for Mobile 2 menempatkan CPU, GPU, system IP dan software dalam satu platform untuk menangani dua kebutuhan yang semakin beririsan di perangkat mobile, yakni AI yang berjalan secara terus-menerus dan grafis yang memanfaatkan AI.

Bagi mitra silikon dan produsen perangkat, Arm menyediakan fondasi yang dapat dikonfigurasi untuk mengembangkan SoC dengan kemampuan AI lokal dan grafis berbasis neural graphics, sementara pengembang mendapatkan jalur software untuk memanfaatkan kemampuan tersebut pada aplikasi dan gim generasi berikutnya.

Baca Juga: Bank Saqu Dukung Garmin Run Marathon Series Indonesia 2026

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online