loading...
Harga minyak mentah dunia melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan. FOTO/EPA
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Eskalasi konflik tersebut juga memperkecil peluang tercapainya kembali gencatan senjata yang sempat disepakati kedua negara pada bulan lalu.
"Serangan-serangan ini merupakan pertanda buruk bahwa situasi bisa menjadi lebih parah. Tidak ada pihak yang menginginkan eskalasi, tetapi keduanya kini terjebak dalam siklus saling menyerang yang semakin berbahaya, terutama terhadap infrastruktur vital," kata Profesor Ilmu Politik Georgetown University Qatar, Mehran Kamrava, dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya 1 Hilang
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command/Centcom) menyatakan serangan udara terbaru dimulai pada Jumat waktu setempat dengan sasaran melemahkan kemampuan militer Iran. Sebelumnya, Centcom juga mengklaim telah menghancurkan menara pengawas di Pelabuhan Chabahar yang disebut digunakan Iran untuk memantau dan menargetkan kapal-kapal komersial di Teluk Oman.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS turut menyasar enam jembatan utama, wilayah Bushehr yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, Provinsi Lorestan, serta kembali menyerang kapal tanker kosong yang bersandar di Pulau Kharg setelah sebelumnya menjadi sasaran beberapa hari lalu.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent melonjak sekitar 4,6% dan ditutup di kisaran USD88 per barel, sekaligus mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak April. Penguatan harga juga dipicu laporan Axios yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump mengirim tambahan pesawat pengisian bahan bakar ke Israel sebagai sinyal kemungkinan perluasan operasi militer AS.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, Bahrain, Qatar, Oman, hingga Arab Saudi. Media Iran juga melaporkan peluncuran rudal balistik ke pangkalan militer AS di Arab Saudi, sementara serangan di Yordania menyebabkan sejumlah personel militer AS mengalami luka-luka.
.png)

















































