Asma pada Anak: Kenali Ciri-ciri dan Cara Menanganinya

1 day ago 13

Asma pada anak merupakan salah satu penyakit kronis yang cukup sering terjadi dan menyerang saluran pernapasan. Kondisi ini membuat saluran udara menjadi lebih sensitif sehingga mudah mengalami peradangan dan penyempitan ketika terpapar pemicu tertentu.

Asma bisa dialami anak sejak usia dini dan membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, gejala asma tetap dapat dikontrol dengan penanganan yang tepat.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memahami penyebab, cara menangani, hingga langkah perawatan yang tepat agar kondisi Si Kecil tetap terjaga. Yuk, kenali lebih lanjut tentang asma pada anak melalui penjelasan berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab Asma pada Anak

Hingga kini, penyebab asma pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik dan lingkungan diduga berperan besar dalam meningkatkan risiko penyakit ini. Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan asma atau alergi biasanya lebih rentan mengalami kondisi serupa.

Mengutip dari laman MedlinePlus, ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya gejala asma pada anak, di antaranya:

1. Paparan asap rokok dan polusi udara

Asap rokok, polusi kendaraan, hingga bahan kimia tertentu di rumah dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan asap tembakau juga menjadi salah satu pemicu serangan asma yang paling umum pada anak.

2. Alergi debu, bulu hewan, dan jamur

Sebagian anak memiliki asma yang dipicu karena alergi. Debu rumah, tungau, bulu hewan peliharaan, hingga jamur dapat menyebabkan saluran napas membengkak dan menghasilkan lendir berlebih.

3. Infeksi saluran pernapasan

Pilek, flu, atau infeksi virus lainnya juga bisa memicu kambuhnya asma. Pada beberapa anak, batuk setelah flu bahkan bisa berlangsung lebih lama akibat peradangan pada saluran pernapasan.

4. Perubahan cuaca

Udara dingin dan perubahan cuaca mendadak dapat membuat saluran pernapasan lebih sensitif. Kondisi ini sering kali memicu batuk pada anak penderita asma.

Ciri-ciri asma pada anak

Dikutip dari laman American College of Allergy, Asthma, & Immunology, beberapa anak hanya mengalami satu gejala, tetapi ada juga yang mengalami beberapa tanda sekaligus. Berikut ciri-ciri asma pada anak yang perlu Bunda waspadai:

1. Napas berbunyi atau mengi

Mengi atau suara "ngik-ngik" saat anak bernapas, terutama ketika menghembuskan napas, menjadi salah satu tanda asma yang paling umum.

2. Batuk yang sering kambuh

Batuk akibat asma biasanya lebih sering muncul pada malam hari, saat udara dingin, atau setelah anak aktif bergerak dan bermain.

3. Sesak napas dan dada terasa berat

Anak mungkin tampak kesulitan bernapas, bernapas lebih cepat, atau mengeluhkan dada terasa sesak.

4. Mudah lelah dan sulit tidur

Gangguan pernapasan saat malam hari dapat membuat kualitas tidur anak menurun sehingga tubuhnya terasa lebih mudah lelah di siang hari.

5. Gejala memburuk saat flu

Gejala asma pada anak seringkali memburuk ketika sedang dalam kondisi pilek atau flu.

6. Bibir atau wajah membiru

Pada kondisi tertentu yang lebih serius, anak bisa mengalami kekurangan oksigen hingga bibir atau wajah tampak pucat kebiruan. Jika ini terjadi, segera cari bantuan medis.

Cara menangani asma pada anak

Di bawah ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menangani asma pada anak.

  • Menghindari pemicu asma
  • Menggunakan obat sesuai anjuran dokter
  • Memastikan anak tetap aktif 
  • Rutin memeriksakan kondisi anak
  • Menjaga berat badan dan pola hidup sehat
  • Segera cari bantuan medis jika mengalami sesak napas berat dan batuk terus-menerus

Tips menjaga dan merawat asma pada anak

Mengutip dari laman Mayo Clinic, berikut beberapa tips menjaga dan merawat asma pada anak yang bisa Bunda lakukan di rumah:

1. Hindari pemicu asma

Setiap anak memiliki pemicu asma yang berbeda-beda. Debu, asap rokok, bulu hewan, udara dingin, hingga polusi udara dapat memperburuk gejala asma. Karena itu, penting bagi orang tua mengenali dan menghindari faktor pemicu tersebut.

2. Jauhkan anak dari asap rokok

Paparan asap rokok sejak kecil dapat meningkatkan risiko asma sekaligus memicu serangan yang lebih berat. Jadi, pastikan lingkungan Si Kecil bebas dari asap rokok ya, Bun.

3. Pastikan Si Kecil minum obat sesuai anjuran dokter

Obat asma perlu digunakan sesuai petunjuk dokter agar gejala tetap terkendali. Beberapa anak membutuhkan inhaler, sementara yang lain memerlukan obat harian untuk mencegah kambuh.

4. Dorong anak tetap aktif bergerak

Anak dengan asma tetap boleh berolahraga selama kondisinya stabil. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru dan menjaga kebugaran tubuh.

5. Rutin kontrol ke dokter

Asma dapat berubah seiring pertumbuhan anak. Pemeriksaan rutin penting dilakukan agar dokter dapat menyesuaikan pengobatan sesuai kondisi terbaru.

Diagnosis asma pada anak

Mendiagnosis asma pada anak terkadang tidak mudah, terutama pada balita. Gejalanya sering mirip dengan infeksi saluran pernapasan atau bronkitis. Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis asma, seperti:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan anak
  • Pemeriksaan fungsi paru, termasuk spirometri
  • Tes alergi kulit atau tes darah
  • Foto rontgen dada bila diperlukan.

Pada anak usia kecil yang belum bisa menjalani tes fungsi paru, dokter mungkin akan memberikan obat asma selama beberapa minggu untuk melihat apakah gejalanya membaik.

Selain itu, riwayat keluarga dengan asma atau alergi juga dapat membantu dokter menilai risiko asma pada anak.

Risiko asma pada anak

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami asma. Risiko ini bisa berasal dari faktor keturunan maupun lingkungan sekitar.

Berikut beberapa faktor risiko asma pada anak:

1. Riwayat keluarga dengan asma atau alergi

Anak lebih berisiko mengalami asma jika orang tua atau anggota keluarga memiliki riwayat asma maupun alergi.

2. Paparan asap rokok sejak dini

Paparan asap rokok saat masih dalam kandungan maupun setelah lahir dapat meningkatkan risiko asma pada anak.

3. Memiliki alergi tertentu

Anak dengan alergi makanan, eksim, atau rhinitis alergi lebih rentan mengalami asma.

4. Tinggal di lingkungan dengan polusi tinggi

Paparan polusi udara dan bahan iritan dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan paru-paru anak.

5. Obesitas

Berat badan berlebih juga diketahui dapat memperparah gejala asma dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Komplikasi asma pada anak

Jika tidak ditangani dengan baik, asma pada anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Serangan asma berat
  • Gangguan kualitas tidur
  • Aktivitas anak terganggu
  • Penurunan fungsi paru-paru
  • Prestasi sekolah menurun

Apakah asma bisa sembuh?

Asma pada anak umumnya tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, gejalanya bisa dikontrol dengan pengobatan dan pola hidup yang sehat. Beberapa anak mungkin mengalami gejala yang membaik seiring bertambahnya usia, tetapi ada juga yang tetap mengalami asma hingga dewasa.

Dengan perhatian yang penuh, anak penderita asma tetap dapat menjalani aktivitas normal, bermain, berolahraga, dan bersekolah seperti anak lainnya.

Kapan anak perlu ke dokter?

Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter jika muncul gejala yang mengarah pada asma, terutama bila keluhan terjadi berulang atau semakin memburuk. Batuk yang terus-menerus, terutama pada malam hari atau setelah anak beraktivitas fisik, perlu diperiksakan lebih lanjut karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pernapasan.

Selain itu, napas berbunyi mengi atau terdengar suara “ngik-ngik” saat bernapas juga dapat menandakan saluran napas anak menyempit.

Pada kondisi yang lebih serius, orang tua perlu segera mencari bantuan darurat apabila anak sulit berbicara karena sesak, bibir tampak kebiruan, atau otot dada dan perut terlihat bekerja keras saat bernapas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online