Awas Kolesterol Naik Usai Idul Adha, Ini Tanda-tandanya

12 hours ago 11

Perayaan Idul Adha identik dengan sajian daging kurban yang menggugah selera. Mulai dari satai, gulai, rendang, hingga tongseng kerap disantap dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Namun, Bunda perlu waspada terhadap tanda-tanda kolesterol naik karena konsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan dapat memicu kenaikan kadar kolesterol dalam darah.

Melansir dari laman Mayo Clinic dan NHS, kolesterol tinggi terjadi ketika kadar zat lemak dalam darah terlalu banyak sehingga dapat menumpuk di pembuluh darah. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi bila dibiarkan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke.

Untuk mengetahui tanda-tanda kolesterol naik usai Idul Adha, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu kolesterol tinggi dan kenapa bisa naik setelah Idul Adha?

Kolesterol merupakan zat lemak yang secara alami terdapat di dalam darah dan dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel sehat. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat menumpuk di pembuluh darah dan membentuk plak yang menghambat aliran darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Saat Idul Adha, banyak orang cenderung mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar, seperti sapi dan kambing, yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi.

Selain itu, makanan olahan bersantan, gorengan, hingga aneka kue manis juga dapat memperburuk kadar kolesterol apabila dikonsumsi berlebihan.

Mengutip dari laman Harvard Health Publishing, makanan seperti daging merah, gorengan, daging olahan, dan baked goods termasuk jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh.

Kolesterol tinggi juga lebih berisiko terjadi pada seseorang yang jarang berolahraga, memiliki berat badan berlebih, merokok, atau sering mengonsumsi alkohol. Faktor usia dan riwayat keluarga pun dapat memengaruhi kondisi ini.

Tanda-tanda kolesterol naik yang perlu diwaspadai

Salah satu yang membuat kolesterol tinggi berbahaya adalah karena sering tidak menunjukkan gejala khusus.  Kadar kolesterol tinggi umumnya baru diketahui melalui pemeriksaan darah. Namun, ada beberapa tanda yang bisa muncul ketika kondisi ini mulai memengaruhi kesehatan tubuh dikutip dari berbagai sumber, di antaranya:

  • Mudah lelah
    Tubuh terasa cepat lemas dan kurang bertenaga karena aliran darah tidak berjalan optimal akibat penumpukan plak di pembuluh darah.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada
    Kondisi ini dapat terjadi ketika pembuluh darah menuju jantung mulai menyempit sehingga pasokan darah terganggu.
  • Sering sakit kepala
    Kadar kolesterol yang tinggi dapat memengaruhi sirkulasi darah sehingga memicu sakit kepala atau rasa berat di kepala.
  • Pegal di tengkuk dan bahu
    Beberapa orang mengeluhkan tengkuk terasa kaku atau pegal setelah terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak.
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
    Aliran darah yang tidak lancar dapat menyebabkan sensasi kesemutan pada beberapa bagian tubuh.
  • Sesak napas
    Jika pembuluh darah mulai tersumbat, tubuh bisa kekurangan suplai oksigen sehingga memicu sesak napas.
  • Tekanan darah meningkat
    Kolesterol tinggi sering berkaitan dengan tekanan darah yang ikut naik karena pembuluh darah menjadi lebih sempit.

Jika gejala-gejala tersebut muncul terus-menerus, Bunda sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara menjaga kolesterol tetap stabil setelah makan daging kurban

Meski menikmati hidangan Idul Adha sah-sah saja, Bunda tetap perlu menjaga pola makan agar kadar kolesterol tidak melonjak. Salah satu caranya adalah membatasi konsumsi daging merah berlemak dan memilih bagian daging yang lebih rendah lemak.

Bunda dapat mengganti sumber protein dengan ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, atau makanan berbahan kedelai yang lebih sehat untuk jantung. Selain itu, hindari terlalu banyak mengonsumsi gorengan dan makanan olahan tinggi lemak.

Perbanyak juga makanan yang kaya serat seperti oat, buah, sayur, dan biji-bijian utuh karena dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil. 

Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari juga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL dalam tubuh. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, bersepeda, atau jogging ringan sudah cukup membantu menjaga kesehatan jantung.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online