Blokade dan Sanksi AS Tekan Ekonomi Iran, Selat Hormuz Jadi Taruhan

8 hours ago 6

loading...

Tekanan ekonomi Amerika Serikat yang semakin kuat mulai mengikis daya tawar Iran atas Selat Hormuz. FOTO/Reuters

ISTANBUL - Tekanan ekonomi Amerika Serikat yang semakin kuat mulai mengikis daya tawar Iran atas Selat Hormuz setelah berbulan-bulan konflik mengguncang pasar dan meningkatkan risiko perang yang lebih luas di kawasan Teluk. Blokade laut AS dan sanksi yang diperketat membatasi ekspor minyak Iran, akses terhadap valuta asing, serta jalur pembiayaan global yang selama ini menopang perekonomian negara tersebut.

"Keseimbangan kekuatan sedikit bergeser melawan Iran. Iran kehilangan sebagian daya tawarnya atas Selat Hormuz karena tidak mampu menutup jalur tersebut sepenuhnya," kata analis Iran Arash Azizi dikutip dari Reuters, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Rusia: Jerman Ingin Perang Lagi!

Dia pun menilai blokade laut AS mulai memberikan tekanan besar terhadap perekonomian Iran. Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan energi strategis yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Amerika Serikat dan sejumlah negara kawasan menilai tekanan ekonomi yang meningkat dapat mendorong Teheran membuka kembali akses pelayaran secara bebas, setelah upaya Iran mengganggu lalu lintas di selat tersebut belum menimbulkan guncangan ekonomi global seperti yang diharapkan.

Azizi mengatakan Iran sebelumnya memperkirakan gangguan di Selat Hormuz akan memicu guncangan besar terhadap perekonomian dunia dan mendorong Washington kembali ke meja perundingan. Namun, pasar energi dinilai telah beradaptasi dan pasokan alternatif tetap mengalir sehingga kemampuan Iran untuk memberikan tekanan ekonomi terhadap kawasan dan dunia menjadi terbatas.

Meski demikian, sejumlah sumber regional menilai belum ada kepastian tekanan tersebut akan memaksa Teheran memberikan konsesi. Iran masih menuntut keringanan sanksi, akses terhadap aset yang dibekukan, serta pengakuan atas peran keamanannya di Selat Hormuz, sementara pembicaraan mengenai formula baru untuk mengakhiri kebuntuan disebut mulai dibahas melalui mediator.

Baca Juga: Miliarder Venezuela yang Bantu AS Tangkap Maduro Kini Dapat Kontrak Minyak Pentagon

Tiga sumber senior Iran mengakui kampanye ekonomi Washington semakin sulit ditahan. Kebijakan terbaru telah membatasi akses Teheran terhadap valuta asing, impor barang, dan jaringan pembiayaan global, sementara kenaikan harga, melemahnya perdagangan, serta tekanan terhadap pendapatan rumah tangga meningkatkan kekhawatiran pemerintah akan munculnya kembali gejolak sosial.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online