Demo di Bundaran HI, Mahasiswa: Jangan Represif

7 hours ago 6

MAHASISWA yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut menuntut aparat kepolisian tidak bersikap represif saat aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. Mereka menegaskan demonstrasi dilakukan secara damai tanpa membawa senjata maupun ancaman keamanan.

“Tolong jangan represif. Kami ini mahasiswa, bukan KKB (kelompok kriminal bersenjata). Kami tidak membawa senjata. Kami membawa niat untuk perbaikan rakyat Indonesia,” kata Raka Andika dari Brigade UI di Bundaran HI, Jumat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Raka menegaskan mahasiswa tidak seharusnya diperlakukan sebagai musuh. Ia juga membantah tudingan bahwa aksi tersebut ditunggangi pihak tertentu.

“Jangan menganggap kami seperti musuh atau penjahat. Kami bagian dari masyarakat. Niat kami tulus untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah massa aksi mengaku mengalami pencegatan di sejumlah titik saat menuju Bundaran HI. Aliansi tersebut menuding aparat kepolisian menghalangi jalannya demonstrasi yang sejak awal direncanakan berlangsung di lokasi tersebut.

Perwakilan aliansi menyatakan telah mengirimkan surat pemberitahuan aksi kepada Polres Metro Jakarta Pusat. Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menegaskan lokasi aksi memang direncanakan di Bundaran HI, bukan di kompleks parlemen.

“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian bahwa aksi digelar di Bundaran HI,” katanya.

Massa mengaku mulai dihadang sejak kawasan Semanggi hingga Dukuh Atas menjelang tengah hari. Mereka diminta menghentikan perjalanan dan tidak diperbolehkan melanjutkan ke titik aksi.

Sebagian peserta juga berencana menunaikan salat Jumat. Namun, menurut Ketua BEM Fakultas Hukum UI Dimas Rumi Chattaristo, mereka tidak mendapat akses untuk menuju tempat ibadah.

“Kami sudah menyampaikan ingin melaksanakan salat Jumat, tetapi tidak ada yang membukakan jalan,” ujar Dimas.

Aliansi menyebut massa sempat terpecah di sejumlah titik, antara lain di sekitar Gelora Bung Karno, kawasan Fairmont, hingga dekat kompleks DPR. Mereka mengaku terjebak dan tidak dapat bergerak akibat penjagaan aparat.

Ketua BEM Fakultas Biologi UI Lintang mengatakan situasi tersebut nyaris memicu tindakan represif. Namun, massa memilih menghindari konfrontasi dan melakukan long march menuju kawasan TVRI untuk mengonsolidasikan peserta.

“Teman-teman dari sekitar DPR sudah bergabung di depan TVRI. Sementara yang tertahan di Fairmont sedang bergerak ke sana,” kata Lintang.

Menurut dia, tidak ada peserta aksi yang ditangkap. Meski demikian, mahasiswa menilai pencegatan aparat merupakan bentuk pembatasan kebebasan berpendapat.

Mereka juga menegaskan tidak memiliki rencana menggelar aksi di Gedung DPR maupun Istana Kepresidenan. Fokus aksi tetap di Bundaran HI untuk menyampaikan aspirasi kepada publik.

Sekitar pukul 14.30 WIB, massa yang sempat terhambat bergerak kembali dengan berjalan kaki dari kawasan Gelora Bung Karno menuju Bundaran HI untuk melanjutkan demonstrasi.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online