Tanpa KTP, IM3 Perkuat Registrasi eSIM dengan Verifikasi Biometrik

14 hours ago 14

Selular.ID – IM3 memperkenalkan proses registrasi nomor prabayar dan aktivasi eSIM berbasis verifikasi biometrik yang terintegrasi dengan data kependudukan nasional.

Melalui mekanisme ini, pelanggan tidak lagi diwajibkan mengunggah foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat melakukan registrasi nomor baru, termasuk untuk layanan eSIM IM3 yang semakin diminati pengguna smartphone modern.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan data pribadi dan risiko penyalahgunaan identitas digital.

Penggunaan dokumen identitas yang diunggah ke berbagai platform digital selama ini menjadi salah satu celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melakukan pencurian identitas, pendaftaran layanan ilegal, hingga berbagai bentuk penipuan berbasis telekomunikasi.

IM3 menjelaskan bahwa proses registrasi kini mengandalkan teknologi verifikasi biometrik melalui deteksi wajah atau liveness verification.

Teknologi ini memungkinkan sistem memastikan bahwa proses registrasi dilakukan oleh pemilik identitas yang sah dengan mencocokkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan wajah pengguna melalui integrasi dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perubahan metode registrasi tersebut sejalan dengan tren transformasi digital di sektor telekomunikasi yang semakin mengedepankan keamanan identitas pelanggan.

Selain mempercepat proses aktivasi layanan, pendekatan biometrik juga bertujuan mengurangi risiko penggunaan identitas orang lain untuk registrasi kartu SIM yang dapat digunakan dalam aktivitas ilegal.

Kehadiran eSIM menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan akan sistem registrasi digital yang lebih aman dan praktis.

Berbeda dengan kartu SIM fisik, eSIM atau embedded SIM merupakan teknologi kartu SIM digital yang tertanam langsung di perangkat.

Pengguna tidak perlu lagi memasang kartu fisik karena profil operator dapat diunduh melalui jaringan internet menggunakan kode QR.

Teknologi ini semakin populer di kalangan pengguna smartphone premium maupun perangkat terbaru yang mendukung penggunaan lebih dari satu nomor tanpa menambah slot kartu fisik.

Bagi pengguna yang ingin memisahkan nomor pribadi dan pekerjaan, eSIM menjadi solusi yang banyak dipilih karena menawarkan fleksibilitas lebih tinggi.

Dalam proses aktivasi eSIM IM3, pelanggan akan menerima kode QR yang dikirimkan melalui email setelah pembelian layanan.

Setelah kode QR dipindai dan profil jaringan berhasil terpasang di perangkat, pengguna dapat melanjutkan proses registrasi nomor prabayar melalui portal aktivasi yang telah disediakan.

Tahapan registrasi dimulai dengan memasukkan nomor ponsel dan melakukan validasi menggunakan kode OTP atau melalui nomor ICCID yang tertera pada profil kartu.

Setelah proses validasi selesai, pengguna diminta memasukkan 16 digit NIK secara manual ke dalam sistem.

Langkah berikutnya adalah proses verifikasi biometrik. Pengguna cukup mengambil foto wajah secara langsung menggunakan kamera perangkat.

Sistem kemudian melakukan liveness verification untuk memastikan bahwa wajah yang digunakan berasal dari individu yang hadir secara fisik dan bukan dari foto, rekaman video, atau media lain yang berpotensi digunakan untuk memalsukan identitas.

Teknologi liveness detection saat ini menjadi salah satu metode keamanan yang semakin banyak diterapkan dalam layanan digital, termasuk perbankan, fintech, dan telekomunikasi.

Metode tersebut dirancang untuk meningkatkan akurasi verifikasi identitas sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak berwenang.

Apabila hasil pencocokan wajah dan data kependudukan dinyatakan sesuai, nomor IM3 akan langsung aktif dan siap digunakan.

Seluruh proses dapat dilakukan secara daring tanpa perlu mengunggah salinan foto KTP maupun mendatangi gerai fisik operator.

Perubahan ini juga mencerminkan upaya industri telekomunikasi dalam meningkatkan perlindungan data pelanggan di tengah meningkatnya ancaman kebocoran data dan kejahatan siber.

Penggunaan verifikasi biometrik yang terhubung dengan data resmi pemerintah memberikan lapisan keamanan tambahan yang lebih sulit dipalsukan dibandingkan metode berbasis dokumen statis.

Selain menghadirkan kemudahan aktivasi nomor kedua melalui eSIM, IM3 menilai pendekatan biometrik dapat membantu menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih aman dan terpercaya.

Pengguna memperoleh pengalaman registrasi yang lebih sederhana tanpa harus membagikan salinan dokumen identitas, sementara operator memiliki mekanisme verifikasi yang lebih kuat untuk memastikan keabsahan pelanggan.

Bagi pelanggan yang memerlukan bantuan selama proses registrasi atau aktivasi layanan, IM3 menyediakan dukungan melalui Asisten Digital INDIRA yang tersedia selama 24 jam melalui aplikasi myIM3 dan portal layanan pelanggan resmi.

Dukungan juga dapat diakses melalui layanan telepon pelanggan IM3 untuk membantu proses registrasi maupun penyelesaian kendala teknis yang mungkin terjadi.

Penerapan verifikasi biometrik pada registrasi eSIM dan nomor prabayar menunjukkan bagaimana teknologi identitas digital mulai memainkan peran yang semakin penting dalam industri telekomunikasi Indonesia.

Seiring meningkatnya adopsi eSIM dan layanan digital, keamanan identitas diperkirakan akan menjadi salah satu aspek utama yang terus dikembangkan oleh operator seluler dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih aman dan efisien.

Baca Juga: Cara Pakai eSIM di Android, Aktivasi Kini Tanpa Kartu Fisik

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online