Desak Pelatih Out, Suporter PSBS Minta Manajemen Ambil Alih: Jangan Keluar dengan Kepala Tertunduk

22 hours ago 10

Bola.com, Jakarta - Tekanan besar tengah menghampiri PSBS Biak setelah performa buruk di BRI Super League 2025/2026. Kali ini, desakan datang dari kelompok suporter yang meminta perubahan segera dilakukan di tubuh tim.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Napi Bongkar, wadah suporter PSBS, Dirk Putuhena, meminta Ketua Umum klub turun tangan mengambil alih situasi manajemen. Ia juga mendesak agar pelatih Marian Mihail segera dicopot dari jabatannya.

Menurut Dirk, kehadiran pelatih asal Rumania tersebut belum memberikan dampak positif bagi tim berjuluk Badai Pasifik itu. Marian direkrut pada Februari lalu, menggantikan Divaldo Alves.

"Saya meminta kepada Ketua Umum PSBS Biak untuk segera mengintervensi dan mengambil alih manajemen, serta meminta pelatih kepala segera keluar dari PSBS Biak," ujar Dirk pada Rabu (29/4/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Belum Beri Kemenangan

Dirk menilai Mihail belum mampu memberikan hasil yang diharapkan sejak datang menangani tim. Oleh karena itu, mewakili masyarakat Biak dan suporter, ia meminta perubahan dilakukan secepat mungkin.

"Sejak beliau datang ke tim kami, belum satu kali pun kemenangan dipersembahkan untuk masyarakat Biak. Karena itu kami meminta dengan tegas pelatih kepala segera out dari tim," katanya.

"Saya berharap untuk laga melawan Persebaya kita sudah tidak menggunakan tenaga dari pelatih tersebut. Kepada teman-teman Napi Bongkar kita tetap semangat mendukung PSBS," pinta Dirk.

Khawatir Degradasi

Saat ini, Tim Badai Pasifik masih terpuruk di dasar klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Mereka menempati posisi ke-18 dengan koleksi 18 poin dari 30 pertandingan.

Sepanjang musim, PSBS baru meraih empat kemenangan, enam imbang, dan 20 kekalahan. Situasi makin memburuk setelah dihajar Malut United 0-7 pada pekan ke-30 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026) malam WIB.

Dengan kompetisi hanya menyisakan empat laga, ancaman degradasi kini semakin nyata. "Walaupun kita akan jatuh dalam jurang degradasi, setidaknya kita keluar dengan kepala tegak, bukan kepala tertunduk," tegas Dirk.

Sebut Tim Tidak Harmonis

Selain hasil buruk di lapangan, Dirk juga menyinggung kondisi internal tim yang disebutnya tidak kondusif. Ia menilai kehadiran pelatih justru memicu perpecahan di ruang ganti.

"Kehadiran pelatih ini menimbulkan perpecahan kepada para pemain. Sehingga banyak pemain yang sebenarnya punya potensi yang lebih bagus tidak bisa bermain karena melawan atau keras kepala dengan pelatih tersebut," bebernya.

"Statement yang beliau sampaikan bahwa ini adalah evaluasi dan uji coba kami tekankan kepada pelatih untuk segera out. Ini Liga 1 bukan untuk coba-coba. Liga 1 adalah tim profesional dan semua pemain yang main di Liga 1 adalah pemain yang siap," imbuh dia.

Dalam waktu dekat, Badai Pasifik dijadwalkan bertandang ke markas Persebaya Surabaya dalam pekan ke-31 di Stadion Gelora Bung Tomo pada 2 Mei mendatang.

Simak Persaingan Musim Ini:

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online