Bola.com, Jakarta - Persik menunjukkan permainan agresif sejak awal pertandingan. Mereka mampu mengontrol tempo dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke gawang lawan.
Tim asuhan Marcos Reina mencatat penguasaan bola sekitar 60 persen berbanding 40 persen milik Borneo FC. Dari sisi peluang, Persik melepaskan 21 tembakan, jauh lebih banyak dibandingkan 11 milik lawan.
Selain itu, Persik juga mencatat 60 sentuhan di dalam kotak penalti, sementara Borneo FC hanya 20. Statistik tersebut menunjukkan tekanan yang terus diberikan tuan rumah sepanjang laga.
“Mengenai permainan, saya melihat statistik kami bagus. Penguasaan bola kami sekitar 60 persen berbanding 40. Kami melakukan 21 tembakan berbanding 11. Sentuhan di kotak penalti ada 60 kali, mereka hanya 20. Jelas segalanya kami lebih baik dari lawan,” ujar Marcos Reina.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Finishing Jadi Pembeda
Meski unggul dalam berbagai aspek permainan, Persik gagal memaksimalkan peluang yang dimiliki. Hal ini menjadi faktor utama kekalahan mereka.
“Saya kecewa dengan hasil ini. Saya masih tidak percaya kami kalah dalam pertandingan ini, karena kami jauh lebih baik daripada Borneo FC. Jadi di satu sisi saya sedih dengan hasilnya, tapi saya sangat bangga dengan para pemain. Saya nilai performa mereka sangat tangguh dalam segala aspek,” ucap Reina.
Ia menegaskan bahwa perbedaan utama dalam laga ini terletak pada efektivitas penyelesaian akhir.
“Kami jelas lebih baik. Namun dalam sepak bola Anda perlu mencetak gol, dan kami tidak mampu melakukannya, dan itulah yang membuat perbedaan. Kami punya kekurangan pada sentuhan terakhir. Sementara Borneo FC bisa memaksimalkan satu peluang menjadi gol. Tapi itulah sepak bola, dan kami harus menerimanya,” lanjutnya.
Keputusan Wasit Picu Kekecewaan
Selain soal hasil, Marcos Reina juga menyinggung keputusan wasit terkait dugaan handsball pemain Borneo FC di dalam kotak penalti.
Menurutnya, insiden tersebut layak berujung penalti untuk Persik. Namun, wasit Yudai Yamamoto memiliki pandangan berbeda.
“Soal hands ball, saya kira itu pantas dihukum. Tapi wasit punya keputusan lain. Lawan PSM, kami seharusnya juga dapat penalti. Sepertinya Persik tak boleh dapat penalti. Saya sangat lelah, kami sangat lelah dengan wasit yang selalu melakukan hal ini. Sebenarnya saya juga bosan membahas hal yang terus berulang,” tegas Reina.
Persik Kediri harus segera bangkit pada laga berikutnya untuk menjaga posisi mereka di klasemen BRI Super League, setelah kehilangan poin penting di kandang sendiri pada pekan ke-30.
.png)
10 hours ago
8
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569780/original/030249000_1777454673-peralta.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5569865/original/024369300_1777457266-Persik_vs_Borneo_FC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552609/original/065005600_1775815284-InShot_20260410_165908752.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5569980/original/063278600_1777467549-Gemini_Generated_Image_uzs8mcuzs8mcuzs8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516545/original/078504600_1772327457-persik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4860502/original/077231000_1718115528-PSBS_Biak_-_Ilustrasi_Logo_PSBS_Biak_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565945/original/039941400_1777098752-persijap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5060938/original/017076800_1734788918-2024121_Indonesia_vs_Filipina-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4848469/original/046498400_1717119903-20240530BL_OT_Persib_13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569978/original/024538800_1777466888-ChatGPT_Image_Apr_29__2026__04_45_30_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451690/original/037321300_1766332972-1000329790.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384008/original/093749200_1760709899-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570049/original/020770700_1777488915-Gemini_Generated_Image_77t2pk77t2pk77t2__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4747121/original/067573600_1708349006-20240219BL_Latihan_Timnas_Indonesia_U-16__14.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514925/original/049442000_1772121269-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475715/original/076053300_1768643953-Eliano_Reijnders_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568884/original/029827600_1777386833-Day.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563330/original/004951700_1776856478-IMG_4678.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569991/original/011174300_1777469281-jenner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511131/original/019970700_1771892083-1000777547.jpg)




























