KETUA Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bidang Kehormatan, Komaruddin Watubun, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak selalu enak didengar. Ia merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mengaku “pilu hati” saat mendengar kritik dari anggota PDIP.
"Kritik memang tidak selalu nyaman didengar dan menyenangkan. Tetapi perlu ditegaskan bahwa kritik yang disampaikan PDI Perjuangan bukan kritik yang dilandasi kebencian pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab politik dan moral kepada rakyat," ujar Komaruddin saat dihubungi pada Kamis, 21 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menekankan, loyalitas tertinggi PDIP bukan kepada sosok individu, melainkan pada kepentingan bangsa, demokrasi, dan cita-cita reformasi. Sehingga, PDIP meyakini sahabat politik yang baik adalah yang berani mengingatkan ketika ada kebijakan yang dianggap melenceng atau tidak berpihak kepada rakyat.
Komaruddin mencontohkan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, meski program tersebut baik, pelaksanaannya di lapangan masih memiliki banyak persoalan. "Pelaksanaan di bawah banyak bermasalah dan sekarang terbukti, kan. Kemarin Presiden mengakui bahwa akan menghentikan sekian dapur MBG," ujar dia memberi contoh program Prabowo yang perlu dikritik.
Komaruddin meyakini bahwa kritik pada hakikatnya bertujuan untuk mengkoreksi sesuatu yang menyimpang dari target ideal. Ia berharap Prabowo menerima kritik PDIP sebagai bagian penting dari proses demokrasi. "Kami berharap Presiden tidak melihat kritik sebagai serangan, tetapi sebagai energi korektif untuk memperkuat pemerintahan," tutur dia.
Dalam sidang pariparipurna DPR Rabu, 20 Mei 2026, Prabowo membacakan Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan APBN 2027 di depan para menteri, anggota DPR, dan sejumlah ketua umum partai politik. Menjelang akhir pidatonya yang berdurasi dua jam, Prabowo menyinggung soal peran PDIP yang tidak bergabung dalam koalisi pemerintah.
Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada PDIP dan menganggap partai banteng sedang melakukan pengorbanan. Namun, Prabowo mengatakan bersedih hati saat mendengar berbagai kritik yang disampaikan anggota DPR dari fraksi PDIP. "Kadang-kadang, saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu," ucap Prabowo saat berpidato di sidang paripurna DPR, Jakarta, pada Rabu.
Lambat laun, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyadari bahwa kritik-kritik dari anggota PDIP memiliki alasan tertentu. Dia juga mengatakan, demokrasi membutuhkan pengawasan dan pengimbangan atau prinsip check and balance. "Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," tutur mantan Menteri Pertahanan itu.
Prabowo kemudian mengungkapkan isi hatinya yang berharap andai semua partai politik bergabung ke pemerintahan. Dia a juga berujar bahwa setiap pemimpin harus bersedia dikritik dan kinerja pemerintah perlu diawasi. "Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik," tutur dia.
.png)

















































