Infrastruktur di Sumatera Belum Sepenuhnya Pulih

18 hours ago 7

PEMERINTAH masih melanjutkan rehabilitasi berbagai infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera. Beberapa bulan setelah bencana terjadi, pemulihan belum sepenuhnya tuntas, terutama pada sektor jalan, jembatan, permukiman warga, dan fasilitas pelayanan publik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kerusakan akibat bencana tersebar di sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara. Menurut dia, pemerintah terus melakukan perbaikan terhadap infrastruktur yang terdampak.

“Yang paling terdampak itu jalan, jembatan, rumah-rumah, kemudian infrastruktur lainnya,” kata Budi saat menghadiri penyerahan bantuan alat kesehatan di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Selain infrastruktur dasar, sejumlah fasilitas kesehatan juga mengalami kerusakan. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi rumah sakit terdampak, sedangkan penguatan fasilitas kesehatan tingkat puskesmas masih dilakukan secara bertahap.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kesehatan menerima bantuan alat kesehatan senilai Rp 1,5 miliar yang akan disalurkan ke delapan kabupaten dan kota terdampak, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Agam.

Bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana yang dilakukan kelompok Pemuda Sumatra Utara melalui kegiatan Care for Sumut Running. Peralatan yang diberikan meliputi tempat tidur pasien, alat sterilisasi, tensimeter digital, hingga dental unit.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Rijalul Fikri, mengatakan pelayanan kesehatan di wilayahnya telah kembali berjalan normal. Meski demikian, sejumlah fasilitas masih membutuhkan perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Saat ini puskesmas-puskesmas kami sudah kembali berjalan normal, namun masih membutuhkan perbaikan dan penguatan fasilitas,” ujarnya.

Menurut Rijalul, salah satu fasilitas yang masih memerlukan perhatian ialah Puskesmas Lokop di wilayah pedalaman Aceh Timur. Puskesmas rawat inap tersebut masih membutuhkan pembangunan baru agar mampu menunjang pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pascabencana tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Di berbagai daerah, rehabilitasi masih mencakup pemulihan fasilitas publik dan layanan dasar yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

Perwakilan donatur, Bara Hasibuan, mengatakan bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Kesehatan diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Menurut dia, dana hasil penggalangan masyarakat juga akan digunakan untuk mendukung sektor pendidikan dan penyediaan air bersih.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online