Istana Buka Suara soal Kabinet Bayangan

9 hours ago 11

ISTANA Kepresidenan merespons keberadaan Kabinet Bayangan sebagai tandingan Kabinet Merah Putih di bawah kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Bayangan ini merupakan inisiatif masyarakat sipil untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan mempelajari pembentukan kabinet alternatif ini. “Semua yang niatnya baik, semua yang ingin memberikan masukan yang baik kita tentu menerima dan selalu berterima kasih,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan yang terpenting adalah masukan itu didasarkan pada semangat konstruktif. Ia mengibaratkan jalannya pemerintahan seperti tim sepak bola. “Sebagaimana tim sepak bola, semua harus kompak, bekerja sama, bekerja keras satu sama lain. Itu saja belum tentu berakhir dengan kemenangan,” ujar Prasetyo.

Kendati demikian, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini meminta analoginya tak disalahartikan. “Kalau pertandingan sepak bola. Jangan diartikan macam-macam,” katanya.

Koalisi masyarakat sipil membentuk Kabinet Bayangan sebagai tandingan Kabinet Merah Putih. Kabinet yang beranggotakan aktivis, akademikus, dan para pakar ini akan menyusun alternatif kebijakan sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan.

Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan Feri Amsari mengatakan pembentukan kabinet ini dilatarbelakangi melemahnya mekanisme checks and balances terhadap pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan Kabinet Bayangan tidak bertujuan mengambil alih kekuasaan.

"Kabinet Bayangan adalah platform pengawasan dan penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti, bekerja pro bono, dan bersifat nonpartisan," kata dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas itu dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Feri, Kabinet Bayangan mengadopsi konsep kabinet zaken, yakni kabinet yang diisi orang-orang yang dipilih berdasarkan keahlian, bukan representasi partai politik. Dari 121 pendaftar serta 102 nama yang diusulkan oleh jaringan masyarakat sipil, Feri mengatakan para panelis akhirnya menetapkan 15 menteri yang akan menjadi tandingan menteri-menteri Prabowo.

Setiap menteri dalam Kabinet Bayangan akan menjadi counterpart langsung menteri di kabinet merah putih. Dengan demikian, kata Feri, setiap kebijakan pemerintah akan dikaji dan diberikan alternatif berdasarkan bidang masing-masing, bukan sekadar kritik umum.

Berikut susunan Kabinet Bayangan:

1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari 
2. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman
3. Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad 
4. Menteri Pertahanan: Curie Maharani 
5. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati 
6. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona 
7. Menteri Perekonomian: Media Wahyudi Askar 
8. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara 
9. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik 
10. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri 
11. Menteri Riset, Teknologi dan Digital: Nenden Sekar Arum 
12. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana 
13. Menteri Sosial dan Layanan Dasar:  Nabiyla Risfa Izzati 
14. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah 
15. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul Q.F. 

Dian Rahma Fika dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online