Kemendagri mengundang kementerian/lembaga yang memiliki program atau alokasi khusus sesuai dengan bidang masing-masing untuk memanfaatkan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi guna mendukung pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik.
24 Agustus 2026 | 10.53 WIB
Mengapa Tempo bisa dipercayaINFO TEMPO – Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kembali digelar. Pada batch kedua ini, Kementerian Dalam Negeri memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, baik dalam sisi penilaian maupun pemberian apresiasi.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, Kemendagri menggandeng kementerian dan lembaga terkait dalam memperoleh data dan menilai progres tentang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan Program 3 Juta Rumah. Di antaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pusat Statistik.
Tito melanjutkan, Kemendagri tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang memberi penghargaan. Karena itu, dia mengundang kementerian/lembaga yang memiliki program atau alokasi khusus sesuai dengan bidang masing-masing untuk memanfaatkan apresiasi tersebut serta mendukung pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik. “Saya memancing agar kementerian dan lembaga memanfaatkan apresiasi ini. Silakan,” tuturnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kementerian pertama yang menangkap peluang kolaborasi ini, menurut Tito, adalah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dipimpin Maruarar Sirait. Karena itu, hadiah yang diberikan kepada pemenang kategori Implementasi 3 Juta Rumah berbeda dengan aspek lainnya.
Sementara pemenang kategori kesehatan, pendidikan, dan lingkungan mendapatkan hadiah dalam bentuk insentif fiskal yang langsung masuk ke rekening keuangan daerah, pemenang kategori Implementasi 3 Juta Rumah memperoleh tambahan kuota rumah yang akan direnovasi.
Dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch I Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa, 5 Mei 2026, Maruarar mengatakan sektor perumahan layak menjadi indikator penilaian kinerja kepala daerah karena berkaitan langsung dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. “Kalau orang tidak punya rumah, kemungkinan dia miskin, bahkan miskin ekstrem,” ujarnya.
Maruarar menuturkan pemerintah tengah memperluas program renovasi rumah rakyat secara besar-besaran. Pada 2025, jumlah rumah yang dibedah sekitar 45 ribu unit dan pada 2026 ditargetkan mencapai 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia. Lonjakan target tersebut, menurut dia, merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. “Setiap membangun rumah itu membutuhkan banyak tenaga kerja dan menggerakkan rantai pasok ekonomi,” katanya.
Kemendagri menggelar Apresiasi Pemerintah Berprestasi 2026 sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah melalui sistem apresiasi berbasis kompetisi sehat. Sebanyak 38 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten akan dinilai dan yang terbaik mendapatkan hadiah berupa plakat, sertifikat, dan insentif fiskal. Kemendagri mengalokasikan Rp 1 triliun untuk kegiatan yang dibagi menjadi tiga batch sepanjang 2026 ini. Adapun kategori penilaian dibagi dalam aspek Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Implementasi Program 3 Juta Rumah, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. (*)
.png)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7772005/original/081016500_1780583504-20260604BL_OT_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_10.jpg)








