Jejak Oxford United usai Dipastikan Turun ke Kasta 3 Liga Inggris: Klub Ole Romeny dan Marselino Ferdinan Cuma Bertahan 2 Musim

6 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Oxford United dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris atau League One musim depan (2026/2027). Oxford United menjalani musim yang buruk sepanjang 2025/2026.

Oxford United dipastikan gagal keluar dari posisi tiga terbawah klasemen akhir Divisi Championship atau kasta kedua Inggris.

Dalam laga terkini, mereka memang sukses melibas Sheffield Wednesday 4-1 pada pekan ke-45 di kandang sendiri, Kassam Stadium, Sabtu (25/4/2026) malam. Kemenangan Oxford tak banyak berarti, sebab masih nangkring di posisi ketiga terbawah.

Ole Romeny dkk. mengemas nilai 47, tertinggal empat poin dari West Bromwich Albion, dengan menyisakan satu laga terakhir. Bisa dipastikan hasil apapun di laga terakhir versus Millwall nanti, tak akan mempengaruhi posisi The Yellow untuk tetap di zona degradasi.

Dengan demikian, berakhir sudah petualangan bagi tim yang diperkuat duo Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan ini untuk bersaing di kasta kedua Liga Inggris.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bertahan 2 Musim

Tim dengan ciri khas warna kuning ini menyentuh kasta kedua Liga Inggris setelah selesainya musim kompetisi 2023/2024. Oxford United sukses meraih tiket promosi ke Divisi Championship atau kasta kedua kompetisi di Inggris musim 2024/2025 lewat babak play-off.

Pada babak reguler, Oxford United berada di posisi ke-5 klasemen akhir League One. Mereka mampu meraih 77 poin dari 46 laga yang dimainkan, 22 kali menang, 11 imbang, dan 13 kali kalah.

Hasil itu membuat Oxford United lolos ke babak play-off promosi. Mereka berjuang untuk menyusul Portsmouth FC dan Derby County yang lolos otomatis sebagai dua tim teratas klasemen musim reguler.

Pada babak play-off, Oxford United bersua lawan yang peringkatnya di atas mereka pada klasemen musim reguler. Namun, Josh Murphy dan kolega tampil bagus serta meraih tiket promosi, sekaligus mengakhiri penantian 25 tahun untuk bisa tampil di kasta kedua Inggris.

Jalan Berliku

Musim perdana di Divisi Championship cukup berliku jalan yang dihadapi Oxford United. Sebagai pendatang baru, mereka cukup mampu memberikan persaingan, di bawah naungan pelatih Garry Rowett.

Oxford terbukti bisa memberikan perlawanan menghadapi tim-tim mapan seperti Middlesbrough, Swansea, hingga Coventry City. Di klasemen akhir, Oxford United mampu finis pada peringkat ke-17 dengan nilai 53.

Oxford United mengoleksi 13 kemenangan, 14 kali imbang, dan 19 kekalahan. Pencapaian yang mengesankan dengan mampu mengungguli peringkat Stoke City, Derby County, Hull City, Luton Town, hingga Cardiff City.

Keberhasilan mereka di musim pertama Championship, diharapkan menular pada musim keduanya.

Kurang Optimal

Perjalanan di musim keduanya tak berjalan mulus. Oxford United menelan tiga kekalahan beruntun di awal musim dengan keok dari Portsmouth, Hull City, dan Birmingham City.

Penampilan yang inkonsisten membuat Oxford lebih banyak berkutat di papan bawah. Paruh pertama musim yang buruk mendorong klub untuk memecat pelatih kepala Gary Rowett, dan menunjuk eks pelatih Luton dan Wycombe, Matt Bloomfield di bulan Januari 2026.

Hasilnya masih belum membaik. Hingga penentuannya terjadi pada pertandingan pekan ke-45, Sabtu (25/4/2206), Oxford United sebenarnya berharap Charlton Athletic kalah dari Hull City agar peluang Oxford untuk menyalip Charlton bisa terwujud.

Ternyata Charlton juga sukses membungkus kemenangan 2-1 dan poin mereka tak akan bisa dikejar Oxford. Tiga tim dipastikan turun ke kasta ketiga, yakni Oxford United, Leicester City, dan Sheffield Wednesday.

Oxford United hanya mengemas 11 kemenangan, 14 kali imbang, dan 20 kekalahan. Performa yang menurun jauh dari penampilan musim lalu.

Sedih dan Bertanggung Jawab

Pelatih Oxford United, Matt Bloomfield bertanggung jawab atas kemunduran prestasi timnya setelah dipastikan terdegradasi ke League One. Begitu juga dengan bek Oxford United, Sam Long. Ia sedih menyaksikan tim yang dibelanya sejak tahun 2013 harus kembali ke kasta ketiga.

"Saya sangat ingin mendapatkan hasil dan memberi pendukung kami sesuatu untuk menyambut akhir pekan, tetapi kami belum mampu melakukannya dan saya merasa sangat bertanggung jawab," terang Matt Bloomfield, dikutip dari BBC.

"Saya tahu bagi para penggemar itu juga menyakitkan dan mereka pantas mendapatkan yang lebih baik." kata Sam Long.

"Saya sudah berada di klub ini cukup lama, tetapi kita hanya perlu mencoba untuk tetap bersatu sebagai basis penggemar, sebagai klub, sebagai kelompok pemain, sebagai staf dan mencoba untuk melewati masa sulit ini," tegas Sam Long.

Kiprah Duo Timnas Indonesia di Oxford United

Terdapat dua pemain Timnas Indonesia di tim Oxford United, yakni Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Sosok Marselino Ferdinan datang lebih dulu di Oxford United pada musim panas 2024 dari klub Belgia, KMSK Deinze.

Lino sulit bersaing di tim utama Oxford dan sejauh ini baru punya satu caps di ajang Championship dan satu penampilan di Piala FA Inggris musim lalu. Kemudian Lino dipinjamkan ke klub Slovakia, AS Trencin musim ini, atau sejak bulan September 2025.

Kiprah ciamik ditorehkan Ole Romeny. Didatangkan pada Januari tahun lalu, ia mencetak satu gol dari 14 penampilan di kasta kedua Inggris. Penampilan di musim keduanya tak berjalan mulus, sebab ia sering diganggu cedera sejak pramusim.

Sepanjang musim ini, pemain berusia 25 tahun itu memainkan 16 laga di ajang Divisi Championship, dengan dua laga sebagai starter. Romeny mendapat 356 menit bermain sepanjang musim ini, tanpa mencetak gol maupun assist, dan ratingnya per laga di angka 6,26.

"Terima kasih atas dukungan luar biasa kalian sepanjang musim. Tetap semangat, Yellows!," demikian pesan dari Ole Romeny usai timnya dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga Inggris.

Klub Milik Erick Thohir

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memantapkan posisinya sebagai pemilik Oxford United. Pada bulan November 2025, Erick Thohir meningkatkan kepemilikan sahamnya di Klub setelah mengakuisisi seluruh saham Oxford Investment Holdings Pte. Ltd yang sebelumnya dimiliki oleh Oxford United Investors Pte. Ltd

Sebelumnya bersama Anindya Bakrie, Erick Thohir memiliki 51 persen saham Oxford United pada 27 September 2022. Kepastian tersebut diumumkan dalam RUPS Oxford United.

Selain Erick Thohir dan Anindya Bakrie, saham minoritas Oxford United juga dimiliki pengusaha asal Thailand, Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth dan pengusaha Vietnam, Horst Geicke.

Sumber: BBC

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online