JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy

5 hours ago 5

loading...

Foto: Doc. Istimewa

JPMorgan mengingatkan bahwa kebijakan baru MicroStrategy yang membuka peluang penjualan Bitcoin berpotensi menciptakan tekanan baru di pasar aset digital. Langkah tersebut dinilai menghadirkan risiko dua arah karena perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembeli terbesar Bitcoin kini memiliki kemungkinan menjadi penjual ketika membutuhkan tambahan likuiditas.

MicroStrategy, yang kini beroperasi dengan nama Strategy Inc., kembali menjadi sorotan setelah JPMorgan mengeluarkan peringatan mengenai perubahan kebijakan pengelolaan aset Bitcoin perusahaan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Strategy dikenal sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Namun, kebijakan baru yang memungkinkan perusahaan menjual sebagian cadangan BTC memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar.

Bagi investor yang aktif mengikuti perkembangan crypto , perubahan strategi perusahaan sebesar Strategy layak diperhatikan karena dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. Selama ini, aksi pembelian Bitcoin oleh perusahaan tersebut sering dianggap sebagai katalis positif.

Selain memantau Bitcoin, pelaku pasar juga terus mengikuti harga Solana hari ini dan aset crypto lainnya. Pasalnya, pergerakan Bitcoin masih menjadi acuan utama bagi pasar crypto. Saat BTC mengalami tekanan, sebagian besar altcoin cenderung mengikutinya.

JPMorgan Soroti Risiko Dua Arah

Dalam laporan terbarunya, analis JPMorgan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou menyebut kebijakan baru Strategy menciptakan apa yang disebut sebagai two-way risk atau risiko dua arah.

Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika suatu aset tidak lagi hanya dipengaruhi oleh potensi pembelian, tetapi juga memiliki risiko tekanan jual dari pihak yang sebelumnya selalu menjadi pembeli. Selama beberapa tahun terakhir, Strategy dikenal sebagai salah satu pendukung terbesar Bitcoin.

Setiap kali perusahaan mengumumkan pembelian BTC dalam jumlah besar, sentimen pasar biasanya ikut menguat. Kini situasinya berubah, melalui kerangka pengelolaan modal terbaru, Strategy membuka kemungkinan menjual sebagian kepemilikan Bitcoin apabila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan.

Perubahan tersebut dinilai dapat mengurangi keyakinan investor bahwa cadangan Bitcoin perusahaan akan terus bertambah tanpa henti.

Mengapa Strategy Membuka Opsi Menjual Bitcoin?

Menurut laporan perusahaan, Strategy memiliki opsi untuk menjual Bitcoin hingga sekitar US$1,25 miliar. Dana tersebut dapat digunakan untuk memperkuat neraca keuangan sekaligus memenuhi kewajiban pembayaran dividen saham preferen.

Selain itu, perusahaan juga membuka peluang melakukan pembelian kembali saham preferen maupun buyback saham biasa apabila diperlukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan modal yang lebih fleksibel di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.

Perusahaan juga menetapkan target baru terkait cadangan kas minimum. Manajemen ingin memastikan tersedia dana yang cukup untuk membayar dividen saham preferen beserta bunga utang selama setidaknya 12 bulan ke depan.

Saat ini Strategy memiliki cadangan kas sekitar US$2,55 miliar. Meski jumlah tersebut terlihat besar, JPMorgan menilai dana itu hanya cukup untuk memenuhi kewajiban selama sekitar 17 bulan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online