Kapan Bayi Mulai Stimulasi Oromotor untuk Cegah Lepeh Makanan?

6 hours ago 8

Jakarta -

Mengatasi kebiasaan bayi melepeh makanan bisa dilakukan dengan cara yang tepat. Salah satunya adalah melalui stimulasi oromotor untuk membantu agar Si Kecil mau makan.

Tidak hanya itu, stimulasi ini juga disebut-sebut bisa mencegah speech delay atau keterlambatan bicara. Latihan oromotor bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, koordinasi, serta pergerakan lidah, rahang, bibir, dan mulut.

Lebih dari itu, stimulasi ini membantu anak dalam mengucapkan bunyi dan kata dengan lebih jelas, Bunda. Berbagai jenis latihan ini juga dapat meningkatkan keterampilan seperti mengolah makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dengan kemampuan oromotor yang baik, Si Kecil akan lebih mudah mengontrol makanannya di dalam mulut. Lalu, kapan bayi bisa mulai melakukan stimulasi oromotor untuk mencegah kebiasaan melepeh makanan?

Kapan bayi mulai stimulasi oromotor untuk cegah melepeh makanan?

Ketika memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI, Bunda. Menilik dari jurnal yang dipublikasikan di laman University of California, Berkeley, stimulasi oromotor direkomendasikan sekitar usia 4 hingga 6 bulan, terutama jika ada masalah terkait pemberian makan.

Dikutip dari Journal of Clinical Chiropractic Pediatrics, memasuki usia 7 hingga 9 bulan, bayi sudah mulai menunjukkan perkembangan motorik yang cukup baik. Si Kecil juga mulai mampu mengolah makanan dengan tekstur yang lebih kasar.

Selain itu, ia juga belajar menggigit dan mengunyah makanan yang mudah hancur di mulut. Pada tahap ini, ada beberapa kemampuan oromotor yang mulai terlihat, Bunda:

  • Menutup bibir
  • Mengikis makanan dari sendok dengan bibir atas (Kepala tetap dalam posisi netral dan bibir atas membersihkan sendok)
  • Menggerakkan makanan dari sisi ke sisi di antara gusi dan ke pipi
  • Gerakan lidah semakin aktif ke samping

Kemampuan tersebut biasanya mulai terlihat sekitar di usia 9 hingga 10 bulan. Di fase ini, bayi juga mulai lebih mandiri saat makan, Bunda.

Memasuki usia 12 bulan, kemampuan oromotor atau keterampilan makan anak sudah semakin terbentuk dengan baik. Mereka mulai lebih rapi saat makan dan mampu mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Pentingnya stimulasi oromotor untuk perkembangan bayi

Stimulasi oromotor tentu saja penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan makan saja, tetapi juga perkembangan bicaranya.

Hal ini dibuktikan langsung oleh penelitian dari Journal of Speech, Language, and Hearing Research bahwa kemampuan motorik awal seperti gestur, motorik kasar dan halus berkaitan dengan kemampuan bahasa anak. Artinya, perkembangan di area ini saling berhubungan, ya.

Selain itu, latihan oromotor juga bagus untuk meningkatkan kemampuan mengunyah dan mengontrol air liur. Dikutip dari laman Springer Nature Link, latihan seperti ini disarankan untuk dilakukan sedini mungkin.

Melalui latihan tersebut, kekuatan dan koordinasi otot Si Kecil akan meningkat, Bunda. Meski begitu, ada beberapa tanda bahwa anak mungkin perlu jeda sejenak dari stimulasi oromotor seperti:

  • Jika anak telah menguasai latihan.
  • Jika anak terlihat jenuh, lelah, atau mulai menghindari kegiatan stimulasi.

Bunda juga perlu memantau perkembangan anak dan menyesuaikan latihan yang diberikan, ya. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan ahli agar stimulasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Aktivitas stimulasi oromotor yang bisa dicoba di rumah

Berikut ini ada beberapa cara stimulasi oromotor bayi yang bisa Bunda lakukan di rumah. Simak selengkapnya:

1. Bermain tiup gelembung

Bunda bisa gunakan alat pembuat gelembung lalu ajak Si Kecil meniup bersama. Kegiatan ini dapat melatih kekuatan otot mulut sekaligus mengatur napas dan membentuk gerakan bibir anak.

2. Minum menggunakan sedotan

Cobalah berikan minuman dengan tingkat kekentalan berbeda seperti susu atau smoothie menggunakan sedotan. Cara ini bisa melatih kekuatan bibir dan otot pipi Si Kecil.

3. Meniru gerakan lidah

Selanjutnya, Bunda bisa ajak anak bermain dengan menggerakkan lidah ke atas menyentuh langit-langit mulut, lalu menahannya sampai beberapa detik. Lakukan berulang supaya otot lidah mereka semakin terlatih.

4. Mengenalkan berbagai tekstur makanan

Berikan variasi makanan dengan tekstur yang berbeda agar anak terbiasa. Aktivitas ini dapat melatih otot tenggorokan dan membantu anak lebih terkoordinasi saat menelan makanan.

5. Bermain ekspresi di depan cermin

Berikutnya, ajak Si Kecil bermain sambil tunjukkan berbagai ekspresi wajah di depan cermin. Cara ini bisa bikin mereka lebih tertarik sekaligus melatih otot wajahnya, Bunda.

Itulah penjelasan mengenai kapan bayi mulai stimulasi oromotor untuk mencegah kebiasaan melepeh makanan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online