KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau PANRB membuka lowongan magang nasional bagi lulusan sarjana dan diploma perguruan tinggi untuk bekerja di lingkungan kementerian itu. Kementerian PAN RB menetapkan 76 kuota untuk mengisi formasi Analis Kerja Sama, Tim Arsiparis, Layanan Hukum, Data Analis, Pranata Komputer, Analis Kebijakan, Pengolahan Data dan Informasi serta Pengelola Keuangan.
Sekretaris Kementerian PANRB Reni Suzana mengatakan kesempatan ini merupakan partisipasi kementerian dalam program magang nasional angkatan 2 batch 1 tahun 2026. Reni meyakini bahwa program ini bisa memberikan ruang bagi peserta magang untuk mengenal lingkungan kerja di pemerintah dan mengembangkan potensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Program ini menjadi kesempatan bagi para lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis,” kata Reni dalam keterangan tertulis dikutip pada Ahad, 26 Juli 2026.
Peserta yang terpilih akan memperoleh uang saku setara upah minimum regional Jakarta, jaminan sosial ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Selain itu, peserta juga memperoleh sertifikat magang dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Selama mengikuti magang, para peserta akan didampingi oleh mentor.
Bagi yang berminat, pendaftaran magang dibuka pada 16-28 Juli 2026 dengan registrasi ke laman magang.hub.kemenaker.go.id. Para peserta diwajibkan membuat akun pada platform SIAPkerja terlebih dahulu. Kemudian melengkapi data diri dan dokumen serta memilih formasi magang.
Setelah registrasi, panitia akan melakukan seleksi pada 29 Juli-5 Agustus 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 7 Agustus dan magang akan dimulai pada 10 Agustus 2026. Program magang ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Syarat bagi peserta magang ini adalah lulusan diploma dan sarjana maksimal satu tahun terakhir berdasarkan pangkalan data pendidikan tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Reni berharap program ini memberikan lebih dari pengalaman kerja bagi peserta. Tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan. “Dengan adanya talenta muda memiliki kreativitas, kemampuan adaptasi dan perspektif yang dapat memberikan nilai tambah dalam mendukung transformasi birokrasi ke depan,” ujar dia.
.png)

















































