Kisah Mbah Marsiyah, Jemaah Berusia 105 Tahun Nabung Recehan Hasil Jualan Jenang untuk Berangkat Haji

8 hours ago 4

loading...

Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji tertua berusia 105 tahun asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Mbah Marsiyah. Ia akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Kota Makkah pada Selasa pagi waktu setempat. Foto/Media Center Haji

MAKKAH - Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji tertua berusia 105 tahun asal Kabupaten Kediri , Jawa Timur, Mbah Marsiyah. Ia akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Kota Makkah pada Selasa pagi waktu setempat.

Mbah Marsiyah tiba bersama rombongan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 112. Bus yang membawanya merapat di depan hotel pemondokan tepat pada pukul 05.30 Waktu Arab Saudi .

Kedatangan warga Desa Bulu, Kecamatan Semen ini langsung disambut hangat oleh para petugas haji yang bersiaga. Kondisi fisiknya yang renta membuat petugas dengan sigap menuntun dan menempatkannya di kursi roda.

Keberhasilan Mbah Marsiyah menembus Tanah Suci adalah kisah keuletan luar biasa yang sangat menginspirasi publik. Ia mendaftarkan diri pada tahun 2021 dan langsung mendapatkan kuota keberangkatan berkat program percepatan lansia.

Baca Juga: Menjejak Tanah Suci Jelang Puncak Haji 2026, Merasakan Layanan Optimal Pemerintah Saudi

Selama bertahun-tahun, ia menyisihkan uang dari hasil berjualan bubur atau jenang di depan rumahnya yang teduh oleh pohon sawo. Uang recehan tersebut ia simpan perlahan secara diam-diam di dalam kaleng bekas yang disembunyikan di lemari.

"Saya jualan bubur, nabung sedikit-sedikit, masukkan ke kaleng. Ya sedikit-sedikit, nggak banyak, dua ribu sampai lima ribu," ungkap Mbah Marsiyah dengan senyum polosnya kepada Tim Media Center Haji.

Setelah tabungan recehan di kaleng tersebut terkumpul, ia menghitungnya dengan saksama. Kelima anaknya kemudian bergotong royong menutupi sisa pelunasan biaya hajinya. "Kalau sudah terkumpul, saya hitung. Kalau ada kekurangan ditambahin anak," tuturnya dengan wajah penuh kebahagiaan.

Setibanya di hotel, kondisi kesehatan Mbah Marsiyah dipantau secara khusus oleh tim medis dan keluarga. Ia diketahui memiliki riwayat kesehatan yang mewajibkannya beraktivitas dengan sangat hati-hati dan menggunakan kursi roda yang diberikan oleh Bupati Kediri Hanindito Himawan Pratama.

"Dulu pernah jatuh saat di kamar mandi, lalu dibelikan tongkat oleh anak. Sekarang sudah tidak apa-apa," ceritanya mengenang insiden tersebut.

Insiden itu membuat sang anak kini terus mendampingi dan merawat ibundanya secara intensif di Tanah Suci. Rutinitas fisiknya di Makkah sangat dibatasi demi menjaga daya tahan tubuh.

"Sekarang sudah tua, nggak ada kegiatan apa pun, hanya jalan-jalan. Nggak pernah main ke rumah tetangga, hanya di rumah saja," jelas Mbah Marsiyah.

Petugas haji pun memastikan jemaah tangguh ini dengan mendorong kursi rodanya ke kamar dan memindahkan ke tempat tidur. Ia diminta beristirahat total untuk memulihkan stamina untuk melaksanakan umrah wajib dan bersiap menjalankan wukuf di Arafah.

(zik)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online