Komisi IX DPR Dukung Motor BGN Dihibahkan ke Guru Honorer

3 days ago 6

WAKIL Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mendukung rencana menghibahkan sepeda motor listrik yang sebelumnya dibeli untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada guru honorer di berbagai daerah. Namun, dukungan itu disertai kritik terhadap proses pengadaan kendaraan yang dinilai bermasalah.

Yahya mengatakan hibah merupakan jalan keluar agar aset yang sudah terlanjur dibeli menggunakan anggaran negara tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. “Waktu rapat dengan Komisi IX, Ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut,” kata Yahya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa, 23 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski demikian, politikus Partai Golkar itu mengaku sejak awal tidak sependapat dengan pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional SPPG. Menurut dia, kendaraan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan para pengelola dapur program makan bergizi gratis (MBG). “Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja,” ujar Yahya.

Yahya juga menyoroti minimnya informasi yang diterima Komisi IX DPR terkait pengadaan motor listrik tersebut. Ia menyebut DPR tidak pernah memperoleh laporan mengenai pembelian kendaraan itu sehingga fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran BGN tidak berjalan optimal. “Komisi IX tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait pengadaan motor listrik tersebut,” katanya.

Selain mempertanyakan urgensi pengadaan, Yahya mengkritik proses pemilihan perusahaan penyedia kendaraan. Menurut dia, perusahaan yang memenangkan pengadaan tidak memiliki jaringan dealer maupun layanan purna jual yang memadai. “Perusahaan pengadaan tidak profesional, tidak punya dealer dan tempat service-nya,” ujarnya.

Yahya bahkan menyinggung adanya dugaan penggelembungan harga dalam pengadaan motor listrik tersebut. “Yang paling disesalkan harganya di-mark up,” kata dia.

Tempo telah berupaya meminta konfirmasi Juru Bicara BGN sekaligus Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari ihwal rencana itu. Namun, hingga berita ini ditulis, Arum belum memberikan jawaban.

Pada konferensi pers di kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis, 18 Juni 2026, saat ditanyai awak media ihwal motor listrik, Arum tak banyak memberikan tanggapan. Ia hanya mengatakan, seluruh pengadaan barang yang dikeluarkan pada tahun 2025 telah disisir satu per satu dan akan dimanfaatkan secara maksimal. “Satu demi satu barangnya apa dan sebagainya, itu masih di bahas dengan teman-teman yang lain, apalagi masih dalam proses di kejaksaan,” ujar Arum.

Dia menegaskan, BGN tak ingin mengulangi kesalahan yang sama terutama pengadaan barang atau belanja yang tidak bermanfaat. “Ini salah satu bentuk efisiensi anggaran juga,” ucapnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online