WAKIL Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Lalu Hadrian Irfani mengimbau agar aksi protes yang berkaitan dengan makan bergizi gratis tidak melibatkan siswa di sekolah. Lalu mengatakan itu sebagai respons terhadap dugaan pengerahan Dinas Pendidikan Kota Batam agar siswa di daerah itu mengikuti aksi mendukung MBG pada 21 Juni 2026.
Pilihan editor: Dua Calon Manajer Koperasi Wafat Saat Pelatihan Militer
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lalu tidak setuju siswa dilibatkan dalam aksi protes MBG karena akan mengganggu proses belajar di sekolah. “Kami tidak menginginkan siswa-siswi ini untuk turun ke jalan,” ujar dia di gedung DPR, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2025.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini, aspirasi cukup disampaikan oleh guru atau kepala sekolah kepada dinas pendidikan di daerah. Kemudian, dinas pendidikan setempat meneruskannya kepada koordinator Badan Gizi Nasional. Cara itu dianggap lebih efektif dan memastikan siswa memperoleh hak pendidikan secara optimal.
“Pada prinsipnya jangan sampai gerakan-gerakan seperti itu akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar. Akan mengganggu siswa melaksanakan tugas sesungguhnya yang ada di sekolah,” tutur Lalu.
Dia menuturkan, Komisi X DPR telah meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menelusuri kabar pengerahan siswa di Kota Batam untuk mengikuti aksi mendukung makan bergizi gratis. Dia mengklaim kabar itu juga mengejutkan bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian lalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batam yang dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Ratusan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Batam mengikuti pawai aspirasi mendukung proyek makan bergizi gratis atau MBG pada Ahad, 21 Juni 2026. Adapun pawai aksi siswa SD dan SMP itu digelar di depan Gedung DPRD Kota Batam.
Mereka membawa spanduk dan poster mendukung program Presiden Prabowo Subianto itu. Sebagian dari mereka terlihat mengenakan pakaian seragam sekolah. Selayaknya demonstrasi, aksi mendukung MBG ini juga diwarnai orasi dari mobil komando yang telah disiapkan penyelenggara.
Seorang guru yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan tidak ada undangan resmi pawai, undangan disebar hanya dalam bentuk pesan singkat WhatsApp di grup-grup sekolah. "Kami pun kaget, apalagi ini hari Minggu acaranya, terpaksalah ikut, " kata dia.
Adapun Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membenarkan mengerahkan guru dan siswa dalam pawai mendukung MBG tersebut. Alasannya, beberapa waktu belakangan banyak orang tua yang protes karena MBG di Kota Batam tersendat akibat anggaran yang mandek.
Ia juga membenarkan mengumpulkan guru-guru sekolah untuk membahas masalah keluhan orang tua tersebut. Sehingga dalam pertemuan itu diinisiasi untuk dilaksanakannya pawai mendukung MBG tersebut.
"Inilah (pawai mendukung MBG) yang pantas kita lakukan, kita sampaikan masukan ke kawan-kawan DPRD untuk disampaikan kepada pemerintah pusat, bahwa program MBG ini bagus," kata dia kepada awak media saat pawai berlangsung.
Hendri tidak menanggapi keluhan guru yang merasa keberatan untuk datang dalam pawai tersebut. Ia juga menegaskan tidak mewajibkan guru atau siswa datang, undangan hanya untuk yang mau ikut.
.png)












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)

