Kunjungi Papua, Gibran: Pembangunan Tak Lagi Jawa-sentris

10 hours ago 19

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming mengatakan pembangunan di Indonesia kini sudah tak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Gibran menyampaikan pandangannya itu dalam acara pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026 saat berkunjung ke Manokwari, Papua Barat.

Ia berujar pembangunan saat ini bersifat Indonesia-sentris, bukan Jawa-sentris. "Harapannya ke depan ini dapat menurunkan ketimpangan, memperluas akses serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," kata Gibran seperti dikutip Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Gibran memberi contoh sejumlah pembangunan yang telah terlaksana di luar Pulau Jawa, termasuk di Papua. Di antaranya pembangunan jalan Trans Papua, rumah sakit, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, hingga distribusi makan bergizi gratis (MBG).

Di sisi lain, Gibran berujar pembangunan butuh situasi yang kondusif dan damai agar bisa terlaksana. Ia pun mengapresiasi panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026 yang mengusung tema perdamaian dan persaudaraan di Papua dalam acara tahun ini.

Putra mantan presiden Joko Widodo ini juga memuji penggunaan Lapangan Borarsi untuk pesta paduan suara gerejawi tersebut. Sebab, dalam kunjungan Gibran sebelumnya ke Papua pada November 2025, fasilitas itu masih dalam proses pembangunan.

Gibran meminta masyarakat agar menjaga fasilitas yang sudah diselesaikan dengan baik. Pembangunan fisik, ia menyampaikan, juga jadi bukti bahwa pembangunan kini tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa tapi juga dilakukan di wilayah lain.

Wapres Gibran mengunjungi sejumlah provinsi di daerah Indonesia timur pada pekan ini. Dalam kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Papua pada 18-21 Juni 2026 ini, Gibran memboyong lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Para mahasiswa tersebut adalah Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan, Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia, serta Rapid Bena Martin dari Universitas Jenderal Soedirman.

Gibran mengatakan pelibatan mahasiswa itu merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih di daerah. Langkah tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa soal pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Pelibatan mahasiswa tersebut berlangsung di tengah menguatnya gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengkritik sejumlah program pemerintah, seperti makan bergizi gratis dan Kopdes Merah Putih.

Salah satunya ketika aliansi mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026. Mereka membawa setidaknya lima tuntutan untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk penghentian program MBG dan pembangunan Kopdes Merah Putih.

Dede Leni Mardianti dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online