Lebar Pita Frekuensi Operator Seluler Berpengaruh ke Kecepatan Internet

11 hours ago 7

Selular.ID – Tiga operator seluler atau telekomunikasi di Indonesia yakni XLSmart, Telkomsel dan Indosat mendapat tambahan pita frekuensi usai selesainya lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Meski ketiga operator tersebut mendapatkan dua pita frekuensi yang telah dilelang, tetapi ketiganya mendapatkan lebar pita yang bervariasi.

Tentu lebar pita ini berdasarkan harga penawaran yang diajukan oleh masing-masing operator seluler.

Selain itu, baik Indosat, Telkomsel maupun XLSmart masing-masing juga mendapatkan blok pita yang berbeda-beda.

Baca juga:

Hal tersebut tentu saja akan membuat ketiga operator seluler ini akan beradu cepat dan beradu frekuensi untuk memberikan layanan jaringan 5G terbaik bagi para pelanggannya.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, untuk pita 700 MHz, XLSmart akan mendapatkan lebar pita 30 MHz (2×15 MHz), sementara Telkomsel 20 MHz (2×10 MHz) dan Indosat 20 MHz (2×10 MHz).

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Lalu untuk pita 2,6 GHz, Telkomsel mendapatkan 80 MHz, Indosat 60 MHz dan XLSmart 50 MHz

Kini ketiga operator seluler tersebut tinggal menunggu surat keputusan hasil lelang untuk penambahan pita frekuensi yang akan mereka dapatkan.

Pengaruh Perbedaan Pita Frekuensi yang Didapat

Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur ICT, Heru Sutadi mengatakan ada beberapa perbedaan dari pita frekuensi yang didapatkan operator seluler.

Heru menyebut semakin lebar spektrum yang dimiliki operator maka semakin besar kapasitas jaringan yang dapat disediakan.

“Dampaknya adalah kecepatan internet meningkat, kualitas layanan lebih stabil saat trafik tinggi, dan operator memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan layanan 5G,” ujar Heru kepada Selular, Kamis (16/7/2026).

Namun, tambah Heru, spektrum pita frekuensi saja tidak cukup untuk menggelar internet seluler.

“Operator tetap harus membangun BTS, memperluas jaringan, dan memastikan perangkat pelanggan mendukung pemanfaatan spektrum tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

“Meski spektrum besar tapi tidak dimanfaatkan dan diubah menjadi alat meningkatkan kecepatan dan cakupan layanan 5G, maka spektrum menjadi tidak maksimal,” sambungnya.

Sementara itu, pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Josef Matheus Edward juga menyebut tugas utama operator seluler setelah mendapatkan pita frekuensi yakni membangun ekosistem.

“Meskipun saat ini ekosistem atau perangkat cpe atau handset maupun BTS-nya sudah banyak di pasaran, menjadikan harga relatif lebih murah,” jelasnya.

Daftar Lebar Pita Frekuensi Milik Telkomsel, Indosat dan XLSmart

Selain itu, Selular juga sudah merangkum total pita frekuensi yang menjadi milik masing-masing operator seluler setelah penambahan pita 700 MHz dan 2,6 GHz, berikut datanya.

1. Telkomsel (Total: 265 MHz)

Telkomsel merupakan operator dengan total kepemilikan spektrum terluas, dengan rincian sebagai berikut:

  • 700 MHz: 20 MHz
  • 900 MHz: 30 MHz
  • 1.800 MHz: 45 MHz
  • 2,1 GHz: 40 MHz
  • 2,3 GHz: 50 MHz
  • 2,6 GHz: 80 MHz

2. XLSmart (Total: 217 MHz*)

Kapasitas pita XLSmart meningkat signifikan berkat penambahan spektrum, rincian kepemilikannya meliputi:

  • 700 MHz: 30 MHz
  • 800 MHz: 22 MHz
  • 900 MHz: 15 MHz (*komitmen pascamerger mewajibkan 15 MHz di pita ini dikembalikan ke negara)
  • 1.800 MHz: 45 MHz
  • 2,1 GHz: 30 MHz
  • 2,3 GHz: 40 MHz
  • 2,6 GHz: 50 MHz

3. Indosat Ooredoo Hutchison / IOH (Total: 215 MHz)

Indosat menempati urutan ketiga dengan portofolio frekuensi yang solid, dengan rincian:

  • 700 MHz: 20 MHz
  • 900 MHz: 25 MHz
  • 1.800 MHz: 60 MHz
  • 2,1 GHz: 50 MHz
  • 2,6 GHz: 60 MHz

Kegunaan Masing-masing Pita Frekuensi

Heru juga mengatakan sebenarnya hampir semua pita frekuensi bisa menggelar jaringan 4G maupun 5G.

“Sebenarnya spektrum kita teknologi netral, bisa dipakai 2G, 4G atau 5G. Hanya saja 5G butuh spektrum yang besar agar maksimal,” ujar Heru.

Selain 2,6 GHz, menurut Heru, operator masih bisa memanfaatkan spektrum lain untuk 5G, seperti 2,1 GHz (refarming LTE) atau 3,5 GHz jika tersedia di masa depan.

“Bahkan low-band seperti 700 MHz yang juga dilelang bisa digunakan untuk cakupan luas 5G, sehingga tetap ada opsi lain apakah ikut lelang 700 MHz atau 2,6 Ghz,” jelasnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online