Longsor TPST Bantargebang, DLH Jakarta Gelar Operasi Tanggap Darurat

19 hours ago 8

loading...

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat menyusul peristiwa longsor di area TPST Bantargebang, Minggu (8/3/2026). Foto/DLH DKI Jakarta

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat menyusul peristiwa longsor yang terjadi di area Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang , Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Langkah cepat dan terkoordinasi langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan, sejak laporan kejadian diterima, DLH langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama lintas instansi. Tim gabungan yang terlibat antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang. Asep Kuswanto memimpin langsung operasi tanggap darurat di lokasi.

"Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," ujar Asep dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Daftar Nama Korban Longsor TPST Bantargebang, 4 Meninggal dan 2 Selamat

DLH juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa ini. Dalam operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi. Sementara, dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin. Tim gabungan hingga kini terus bekerja di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi.

"Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP," ungkapnya.

Untuk mendukung operasi tersebut, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta menyiagakan dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi yang bekerja secara simultan membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online