Mengenal Birthgasm, Kondisi Tak Biasa ketika Ibu Mengalami Orgasme saat Persalinan

6 hours ago 4

Jakarta -

Setiap perempuan memiliki pengalaman berbeda dalam melahirkan. Termasuk, ada juga yang mengalami klimaks atau birthgasm. Yuk, mengenal birthgasm, kondisi ibu bisa alami orgasme saat melahirkan.

Bicara soal orgasme, kondisi ini biasanya terjadi saat berhubungan intim dengan pasangan ya, Bunda. Namun ternyata, ada juga yang namanya birthgasm yang biasanya hanya dianggap mitos belaka. Padahal, meskipun jarang terjadi, pengalaman itu nyata dan menjadi sebuah fakta yang dialami sebagian perempuan.

Peristiwa tersebut mungkin terjadi selama persalinan, Bun. Tetapi karena hanya sedikit yang berbagi pengalamannya, kemungkinan besar hal ini seperti tak terlalu nyata. Apalagi, di luar sana juga masih kurang banyaknya pelaporan yang masuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengapa birthgasm bisa terjadi?

Meskipun tidak banyak yang mengalaminya, ada alasan kuat mengapa beberapa perempuan mengalami birthorgasm selama persalinan. Perhitungan terbaru tersebut berasal dari sebuah studi di 2013 di journal Sexologies.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mensurvei sekelompok lebih dari 100 bidan Prancis yang telah membantu persalinan 206.000 bayi. Mereka menyimpulkan bahwa 'orgasme obstetrik', seperti yang disebut secara medis, diamati pada 0,3 persen persalinan.  

Angka tersebut memang tidak banyak ya, Bunda. Namun, ada bukti bahwa angka ini tidak mencakup banyak perempuan yang mengalami kenikmatan seksual dan bahkan orgasme selama persalinan. Lebih dari 85 persen bidan dalam studi Prancis tersebut mengatakan mereka percaya bahwa persalinan yang menyenangkan secara seksual itu mungkin terjadi, dan lebih dari dua pertiga  atau sekira 69 persen mengatakan mereka telah menyaksikan setidaknya satu kejadian.

Hal terakhir yang mungkin diharapkan perempuan adalah merasakan sesuatu yang menyenangkan di tengah persalinan. Pada gilirannya, mereka yang mengalaminya cenderung merasa malu dan bahkan merasa bersalah serta memutuskan untuk tidak berbagi pengalaman tersebut dengan siapa pun.

Semua perasaan itu dapat dimengerti, tetapi juga membuat mereka lebih sulit untuk mendapatkan gambaran akurat tentang seberapa sering orgasme selama persalinan benar-benar terjadi.

Kemungkinan orgasme saat persalinan

Kehamilan memang berkaitan erat dengan hormon khususnya estrogen, progesteron, dan hCG. Selain mendukung kehamilan, keberadaan hormon juga penting untuk menunjang proses persalinan dan seksualitas.

Memahami interaksi hormonal yang terjadi sepanjang proses, dari pembuahan hingga kehamilan dan lanjut sampai persalinan dan seterusnya, memudahkan untuk melihat betapa alaminya bagi seorang perempuan untuk merasakan hasrat seksual tepat ketika ia mungkin paling tidak mengharapkannya.

Dalam persalinan sendiri, hormon oksitosin memainkan peran utama. Selama proses persalinan, oksitosin dilepaskan dalam jumlah besar. ​​Bahkan, hormon ini digunakan untuk menginduksi persalinan atau mempercepatnya. Hormon ini merangsang kontraksi otot rahim dan meningkatkan produksi prostaglandin, yang juga mendorong kontraksi, dan bertanggung jawab untuk memulai perasaan keibuan tersebut.

Beta endorfin, adrenalin, dan noradrenalin yang memberikan perasaan nyaman juga aktif saat nyeri persalinan meningkat. Hormon-hormon tersebut membantu memberikan stamina yang dibutuhkan perempuan untuk menyelesaikan tugas yang berat dan memberikan pereda nyeri alami.

Bahkan, beberapa peneliti berpendapat bahwa orgasme dan rangsangan seksual mungkin merupakan pereda nyeri yang kurang dimanfaatkan untuk perempuan yang sedang melahirkan seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Bagaimana cara kerja birthgasm?

Kondisi birthgasm sebenarnya dapat terjadi kapan saja selama persalinan berlangsung. Namun, kemungkinan besarnya akan terjadi menjelang kelahiran, atau saat bayi tiba di jalan lahir. Saat kepala bayi memberikan tekanan ekstra pada vagina, perasaan senang mungkin mulai muncul atau meningkat pada perempuan yang sedang melahirkan.

Meskipun gambaran ini mungkin bukan sesuatu yang ingin dibayangkan, setidaknya tidak di tengah kontraksi yang sangat menyiksa kepala bayi bahkan dapat mengenai titik G yang terkadang sulit ditemukan (dan masih diperdebatkan), dapat memicu orgasme.

Bagaimana rasanya saat orgasme ketika persalinan?

Ketika seseorang merasakan kontraksi orgasme atau momen kenikmatan yang luar biasa tepat pada saat melahirkan bayinya, ini mungkin disebut orgasmic birth. 

Dalam hal ini, Bunda mungkin merasakan tekanan dan sensasi yang luar biasa di vagina saat kelahiran bayi mendekat, kemudian pelepasan yang kuat dan menyenangkan yang bersifat fisik dan emosional. Tetapi ingatlah bahwa setiap perempuan dan setiap persalinan berbeda satu sama lain.

Ketahui manfaat birthgasm

Dalam penelitian yang dilakukan sejak 1985 menunjukkan bahwa orgasme dapat meningkatkan toleransi nyeri. Ini berarti bahwa orgasme juga dapat membantu mengurangi rasa sakit selama persalinan, menurut penelitian tahun 2016.

Faktanya, studi dari tahun 2015 dan 2014 juga menunjukkan bahwa oksitosin atau hormon yang mencapai puncaknya selama orgasme dan persalinan adalah pereda nyeri dan meningkatkan toleransi nyeri.

Jadi, jika Bunda mengalami orgasme saat persalinan atau mengalami orgasme selama tahap awal persalinan, hal itu dapat bertindak sebagai pereda nyeri alami untuk membantu mengurangi kebutuhan obat penghilang rasa sakit selama persalinan.

Orgasmic birth atau setidaknya mencoba untuk mendapatkan pengalaman persalinan yang lebih menyenangkan juga dapat membuat perempuan merasa lebih berdaya selama persalinan.

Waspadai risiko birthorgasm

Secara umum, tidak ada risiko dari tindakan birthorgasm. Tetapi, fokus pada birthorgasm dapat menimbulkan tekanan atau stres jika tidak berhasil. Bahkan, dapat membuat seseorang merasa gagal jika tidak mengalaminya dan menolak metode manajemen nyeri alternatif.

Risiko terbesar yang mungkin muncul ialah ketidaknyamanan saat mencoba birthorgasm di rumah sakit, yang merupakan fasilitas umum, sehingga Bunda memilih untuk tetap di rumah. Namun, dokter biasanya hanya merekomendasikan persalinan di rumah jika kehamilan Bunda berisiko rendah.Hal ini karena persalinan di rumah memiliki risiko kematian bayi atau cedera parah yang lebih tinggi.

Jika Bunda menginginkan pengalaman persalinan yang lebih menyenangkan, bicarakan dengan dokter untuk mengetahui apakah aman bagi Bunda untuk melahirkan bayi di rumah.

Jika mereka mengatakan tidak, Bunda masih bisa mencoba pengalaman persalinan yang lebih menyenangkan di rumah sakit dengan meminta kamar pribadi dan mendiskusikan pilihan tersebut dengan dokter.

Mereka mungkin terbuka untuk mendukung niat Bunda melahirkan dalam posisi yang berbeda, melakukan persalinan di dalam air, atau bergerak di sekitar ruangan.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online