Menteri Abdul Mu'ti Sampaikan Duka atas Wafatnya Siswa SMK di Samarinda

9 hours ago 4

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan belasungkawa atas wafatnya siswa SMK Negeri 4 Samarinda, Mandala Rizky Saputra. “Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan duka cita atas wafatnya ananda Mandala Rizky Saputra. Semoga diampuni semua dosanya dan ditempatkan di surga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” kata Mu’ti pada Senin malam, 5 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mu’ti berharap peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara sekolah dengan berbagai pihak terkait, termasuk dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Semoga masalah serupa tidak terjadi di masa depan dengan komunikasi yang baik antara sekolah dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Kementerian Dikdasmen,” ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan di berbagai media Mandala Rizky Saputra meninggal akibat tak mampu membeli sepatu. Setelah itu dinas pendidikan setempat membantah dugaan penyebab kematian Mandala.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kaltim mengatakan kematian Mandala bukan disebabkan sepatu yang kekecilan hingga menyebabkan kaki almarhum infeksi. “Tidak ada luka sama sekali. Saya tanyakan ke orang tuanya, sama sekali tidak ada luka, lecet pun tidak ada,” kata dia saat dihubungi pada Senin, 4 Mei 2026.

Jarwoko menuturkan, sebelumnya Mandala memang sempat mengeluhkan sakit di kaki, pinggang, dan dada. Namun, karena kondisi ekonomi keluarganya yang sulit, Mandala tak ingin membuat orang tuanya cemas. Ia menutupi rasa sakitnya dengan mengungkapkan sakit di kakinya akibat dari sepatu yang ia kenakan sudah sempit.

“Padahal terasa sempit itu karena pembengkakan cairan yang turun ke kaki,” kata Jarwoko. Berdasarkan penelusuran timnya, pekerjaan ibu dari almarhum Mandala berjualan kue. Sementara, ayah kandungnya telah wafat. “Ibunya ini menikah lagi. Kami belum tahu apa pekerjaan Bapak sambungnya,” kata dia.

Disdik Kaltim mengungkapkan kronologi sakitnya Mandala hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir. Mandala, siswa kelas XI, diketahui sempat mengikuti kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda pada 9 Februari hingga 20 Maret 2026. Setelah itu, ia kembali mengikuti pembelajaran pada 30 Maret, namun dua hari kemudian disarankan beristirahat karena kondisi fisik menurun.

Sejak awal April, siswa tersebut tidak lagi masuk sekolah. Pihak keluarga mengirimkan izin sakit, disertai informasi kondisi kesehatan yang terus menurun. Dalam perkembangan selanjutnya, keluarga juga sempat mengajukan bantuan pinjaman ke sekolah untuk biaya pengobatan.

Pada 10 April, orang tua datang ke sekolah dan menyampaikan kondisi anak yang memburuk. Sekolah kemudian membantu memfasilitasi biaya pengobatan sebesar Rp 1,1 juta.

Pihak sekolah juga melakukan kunjungan ke rumah pada 21 April. Saat itu, siswa dilaporkan mengalami lemas dan pembengkakan pada kaki, namun tanpa luka terbuka. Guru menyarankan agar siswa segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, orang tua juga mengungkapkan adanya tunggakan biaya pengobatan sebesar Rp 2,4 juta. Sekolah kemudian membantu mengupayakan pengurusan BPJS melalui koordinasi dengan ketua RT setempat.

Kunjungan kedua dilakukan pada 23 April 2026. Pihak keluarga menyebut kondisi siswa sempat membaik dan pembengkakan kaki berkurang. Sekolah bahkan berencana membelikan sepatu baru sesuai ukuran siswa.

Namun sehari kemudian, 24 April 2026, pihak sekolah menerima kabar bahwa Mandala telah meninggal. Sekolah turut mendampingi proses pemulasaraan hingga pemakaman.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online