INFO TEMPO - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menggelar pembukaan pameran fotografi kolaboratif bertajuk “Jakarta: A Mirror of a Thousand Reflections”, di Museum Bahari, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Pameran yang melibatkan fotografer dari Jakarta dan San Francisco ini menampilkan beragam perspektif tentang masyarakat, budaya, dan kehidupan perkotaan Jakarta melalui lensa fotografi. Pameran akan berlangsung dari 17-29 Juli 2026 di Museum Bahari dan berlanjut di Museum Seni Rupa dan Keramik pada 1- 13 Agustus 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari. TEMPO/Besta
Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari mengatakan, pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Tarumanagara dan University of San Francisco yang didukung oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
“Dalam hal ini, kami menyiapkan lokasi penyelenggaraan di Museum Bahari dan Museum Seni Rupa dan Keramik,”ujarnya. “Mereka sudah melakukan riset sejak sekitar satu tahun lalu, termasuk survei lokasi. Setelah melalui proses koordinasi dan korespondensi, hari ini akhirnya kami dapat melaksanakan pembukaan pameran.”
Mis'ari mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Museum Bahari dalam mendukung Jakarta sebagai kota global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi dan komunitas internasional. “Museum kota global harus terbuka terhadap peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lintas negara. Pameran ini menjadi salah satu bentuk nyata semangat tersebut,” katanya.
Ia menegaskan, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan lima abad Jakarta. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat terus berlanjut dan melahirkan berbagai pameran bertema baru pada masa mendatang.
Mis'ari pun berharap pameran ini dapat memberikan perspektif baru kepada masyarakat dalam melihat Jakarta melalui karya fotografer internasional. Ia juga berharap kolaborasi lintas negara antara Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan berbagai mitra dapat terus berlanjut melalui penyelenggaraan pameran bertema lainnya di masa mendatang.
fotografer dari San Francisco, Pedro Lange Churion. TEMPO/Besta
Di sisi lain, fotografer asal San Francisco, Pedro Lange Churion, mengaku merasa terhormat dapat memamerkan karya-karyanya di Museum Bahari. Menurutnya, museum yang memiliki sejarah panjang tersebut menjadi tempat yang tepat untuk menampilkan foto-foto yang merekam wajah Jakarta. “Museum Bahari sendiri tempat yang punya sejarah panjang dan menjadi salah satu institusi penting di Jakarta. Jadi, saya merasa sangat terhormat,” ujarnya.
Pedro mengatakan sebanyak 40 karya fotonya dipamerkan dalam pameran tersebut. Ia menilai karyanya yang berdampingan dengan hasil fotografi mahasiswa menghadirkan dua perspektif berbeda, yakni sudut pandang masyarakat lokal dan orang asing yang terpukau pada Jakarta.
“Di sisi lain, karya saya bersanding dengan perspektif para mahasiswa selaku fotografer muda yang sedang berkembang. Mereka punya ketertarikan besar untuk menyuarakan berbagai isu yang relevan dengan realitas perkotaan Jakarta yang kompleks namun selalu memukau, melalui seni fotografi,” katanya.
Ia berharap, pameran ini bisa membuat masyarakat Jakarta dapat melihat kembali keindahan kota melalui sudut pandang orang lain, bukan hanya terpaku pada berbagai persoalan sehari-hari. “Perspektif yang saya bawa adalah perspektif dari luar. Saya mengerjakannya dengan sangat hati-hati dan penuh perasaan. Bahkan hampir semuanya diproses manual dengan tangan. Saya melakukannya seperti itu sebagai bentuk penghormatan saya terhadap realitas luar biasa yang terpampang nyata di depan mata saya.” (*)
.png)

















































