Panitia Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyiapkan 1.580 unit komputer pribadi bagi peserta tes. Pelaksanaan UTBK di UPI akan berlangsung mulai 21–30 April 2026 sebanyak dua sesi setiap hari pada pagi dan siang. “Kecuali pada Jumat yang hanya dilaksanakan satu sesi di pagi hari,” kata Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru UPI Ahmad Mudzakir kepada Tempo, Senin 6 April 2026.
Lokasi UTBK di UPI tersebar di kampus pusat di Bandung serta lima kampus daerah. Rinciannya, lokasi UTBK UPI di kampus pusat menyediakan 1.050 unit komputer, di kampus Cibiru sebanyak 180 komputer, kampus Sumedang 80 unit, kampus Purwakarta 110 unit. Kemudian di kampus UPI Tasikmalaya disiapkan 80 unit, dan kampus Serang 80 komputer. “Jumlah ruang ujian menyesuaikan kapasitas masing-masing lokasi,” ujar Ahmad.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kesiapan perangkat dan sistem UTBK di UPI menurutnya telah ikut diuji coba secara nasional pada 1-2 April lalu. “Hasilnya menunjukkan tidak ada kendala berarti yang dihadapi,” kata Ahmad. Dia berharap saat pelaksanaan ujian nanti berjalan lancar.
Ada pun masa pendaftaran UTBK pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dibuka sejak 27 Maret hingga akan ditutup pada 7 April. Pada aturan terbaru panitia seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru, calon peserta UTBK tidak bisa lagi memilih langsung lokasi ujian seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan hanya bisa mengisi kota atau kabupaten tempat ujian.
Berdasarkan data pendaftar UTBK hingga Ahad 5 April 2026, menurut Ahmad, jumlah calon peserta tes di UPI Bandung atau kampus pusat sebanyak 13.479 orang. Ada pun pendaftar tes di UPI kampus Cibiru berjumlah 1.450 orang, kampus Sumedang (407), di kampus Tasikmalaya (1.459), kampus Purwakarta (2.090), dan kampus Serang, Banten (905). “Dengan jumlah tersebut, kapasitas peserta yang ditampung UPI tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya,” kata Ahmad.
Sementara Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI Vidi Sukmayadi mengatakan, secara umum tidak ada perbedaan signifikan dalam pelaksanaan UTBK 2026 dengan 2025. “Kecuali pada aspek teknis di level aplikasi,” ujarnya.
Mengenai aturan lokasi ujian yang ditentukan berdasarkan kota atau kabupaten, kebijakan itu menurutnya merupakan ketetapan bersama seluruh Pusat UTBK. “Hal ini merupakan salah satu ikhtiar untuk meminimalisir potensi praktik kecurangan berdasarkan hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya,” kata Vidi. Rencananya panitia pusat seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru akan menginformasikan lokasi ujian peserta UTBK sepuluh hari menjelang waktu ujian.
.png)
















































