WFH Pekan Ini, Pemkot Bandung Pakai Aplikasi Absensi Gercep

3 hours ago 1

Pemerintah Kota Bandung menggunakan aplikasi bergerak Gercep Asik, akronim dari Gerbang Cepat Akses Sistem Informasi Kepegawaian, untuk sistem absensi aparatur sipil negara (ASN) saat bekerja dari rumah atau WFH.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung Evi Hendarin, aplikasi berbasis lokasi itu telah dipakai sejak Desember 2025. “Mekanismenya dirancang untuk memastikan kehadiran pegawai tetap tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan meskipun mereka bekerja di rumah,” katanya kepada Tempo, Senin 6 April 2026.

Penggunaan aplikasi itu diawali dengan proses pendaftaran. Menurut Evi jumlah aparatur sipil di Kota Bandung total sekitar 22 ribuan orang, terdiri dari pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sebanyak 15 ribuan, serta P3K paruh waktu 7.320 orang. Namun begitu tidak semua aparatur itu akan bekerja dari rumah tiap Jumat mulai pekan ini.

“Sekitar 50 persen harus tetap bekerja di kantor,” ujar Evi. Kebijakan pemerintah untuk bekerja di rumah bagi kalangan birokrat itu untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak akibat lonjakan harga energi dampak perang di Timur Tengah.

Mereka yang tetap bekerja di kantor karena berkaitan langsung dengan layanan publik. Antara lain menurut Evi, yaitu sekretaris daerah, asisten daerah, para kepala dinas dan badan, lalu pejabat eselon tiga atau administrator seperti sekretaris dinas, kepala bidang.

Kemudian para camat dan lurah, pegawai rumah sakit umum daerah, laboratorium kesehatan, pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas, guru, tenaga kependidikan, juga di Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perhubungan. Ada pun pegawai yang bekerja di rumah diatur oleh kepala instansi, misalnya tenaga administratif.

Setelah terdaftar di sistem aplikasi, pengakses Gercep Asik mobile akan diminta memasukkan data diri dengan pilihan nomor induk pegawai, nama pengguna, atau akun surat elektronik (email), selanjutnya memasukkan kata sandi. Alternatif lain untuk login yaitu lewat Google atau Passkey. Setelah itu menurut Evi, aplikasi melakukan pengenalan wajah pengakses. Sistem akan mendeteksi kesesuaian wajah dari data foto yang telah dikirim pengguna saat mendaftar.

“Jadi kalau dia absen dan pakai wajah orang lain tidak akan bisa,” kata Evi. Proses selanjutnya yaitu mengisi apakah aparatur hadir di kantor, dinas luar, atau kerja di rumah. 

Biasanya pada hari kerja aparatur akan mengisi presensi atau kehadiran dua kali. Saat pemberlakukan kerja di rumah menurut Evi, pengawasan diperketat dengan presensi yang dibuat menjadi tiga kali yaitu pada jam masuk kerja pukul 07.30, setelah makan siang, dan jam pulang kerja 16.30 WIB. Selain itu aplikasi juga dipasangi fitur validasi lokasi berbasis titik koordinat.

“Kalau untuk WFH nanti sesuai detail domisili rumah pegawai yang sudah tercantum di sistem kepegawaian,” ujarnya. Mekanisme itu sekaligus untuk mendeteksi upaya manipulasi dengan memakai alamat palsu saat mengisi presensi. 

Sejauh ini aplikasi Gercep Asik itu sepenuhnya bisa diakses oleh pengguna yang memakai perangkat bersistem operasi Android. Sementara untuk IoS menurut Evi masih diupayakan izinnya ke pihak penyedia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online