INFO TEMPO – Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Armia Pahmi memberi apresiasi kepada Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Sumatera Tito Karnavian atas inisiatif menghadirkan skema bantuan keuangan antardaerah untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir besar Sumatra pada November 2025.
Apresiasi itu disampaikan Armia saat berkunjung ke Kantor Wali Kota Medan dan bertemu Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada Kamis, 9 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Mendagri selaku Ketua Satgas PRR (Tito Karnavian). Inisiasi skema bantuan keuangan antardaerah ini merupakan solusi yang memperkuat solidaritas nasional untuk mempercepat pemulihan pascabencana," kata Armia.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/4277/SJ tertanggal 21 Mei 2026 yang mengarahkan pemerintah daerah memanfaatkan sebagian tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membantu daerah lain yang terdampak bencana. Melalui skema tersebut, pemerintah daerah yang tidak terdampak didorong memberikan dukungan fiskal kepada daerah yang sedang menjalani masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mendagri Tito Karnavian menilai bantuan keuangan ini dapat memperkuat ikatan persaudaraan dalam penanganan bencana. "Semua ini untuk menunjukkan solidaritas antardaerah dalam membantu daerah bencana. Bisa jadi model ke depan," kata Tito yang juga menjabat Kasatgas PRR.
Pemerintah Kota Medan menjadi salah satu daerah yang menindaklanjuti kebijakan tersebut. Selain mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp 50 miliar kepada Aceh Tamiang, Medan juga lebih dahulu menunjukkan solidaritas saat masa tanggap darurat dengan mengirim armada pemadam kebakaran dan alat berat untuk membantu percepatan penanganan dampak banjir.
Atas komitmen itu, Armia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan. Menurut dia, dukungan yang diberikan tidak hanya mempercepat proses pemulihan, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana.
Menurut Armia, Kota Medan memberikan dukungan dalam dua bentuk sekaligus. Saat masa tanggap darurat, Pemkot Medan mengirim armada pemadam kebakaran dan alat berat untuk membantu mempercepat pembersihan kawasan terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Memasuki tahap rehabilitasi, Medan kembali memberikan dukungan melalui bantuan keuangan sebesar Rp 50 miliar sebagai bagian dari skema bantuan keuangan antardaerah yang diinisiasi Satgas PRR. "Kebijakan Bapak Mendagri disambut dengan ketulusan luar biasa oleh Bapak Wali Kota Medan,” kata Armia.
Ihwal bantuan armada pemadam kebakaran dan alat berat, Armia menilai tindakan itu mampu mempercepat pembersihan lumpur, material banjir, serta pemulihan akses menuju kawasan permukiman warga. "Sangat meringankan beban masyarakat dalam memulihkan infrastruktur dan lingkungan permukiman setelah banjir," katanya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan bantuan tersebut diberikan atas dasar kemanusiaan dan persaudaraan.
"Saat mendengar kondisi Aceh Tamiang membutuhkan bantuan darurat, kami langsung mengirimkan pemadam kebakaran dan alat berat. Kami tidak mencari penghargaan atau timbal balik. Ini murni tentang kemanusiaan dan persahabatan," kata Rico. (*)
.png)



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)








