PROSES pendaftaran Sekolah Manusia Unggul yang disingkat Maung diwarnai isu pengurangan skor siswa pendaftar. Sejumlah orangtua sempat mendatangi rumah kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, untuk mengadu namun gagal bertemu.
”Saya punya ganjalan karena pertanyaan saya tidak terjawab, dari poin anak saya 370 ke 319 itu darimana,” kata Sophie, orang tua siswa kepada Tempo, Sabtu 6 Juni 2026.
Sophie mendaftarkan anaknya yang pernah menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS ke Sekolah Maung di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung lewat jalur prestasi nonakademik. Komponen skornya sesuai aturan yaitu 40 persen dari jumlah rata rata nilai rapor semester 1-5 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditambah 60 persen dari bobot sertifikat sebagai Ketua OSIS. Pendaftaran berlangsung 25-29 Mei yang hasilnya diumumkan pada 8 Juni 2026.
Setelah masa pendaftaran dan proses verifikasi selesai, Sophie memantau lewat situs resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pada 2 Juni hingga 4 Juni pukul 03.00 WIB, anaknya berada di posisi terakhir dari total kuota 64 orang dengan skor atau nilai akhir 370,40. Dia merasa aman anaknya sudah masuk kuota sementara. Namun saat mengecek lagi pada 4 Juni sekitar pukul 7 pagi, posisi anaknya sudah berubah dengan nilai akhir menjadi 319,40.
Ia menanyakan kejadian itu ke pihak sekolah tujuan juga kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat. Setelah itu Sophie dan tiga orang tua lain yang bernasib sama lantas berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Gubernur Dedi Mulyadi di Subang pada Jumat 5 Juni.
Dari penjelasan yang diperoleh, menurut Sophie, skor untuk pendaftar Ketua OSIS yang setara juara 1 di tingkat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar 305 untuk wilayah provinsi. Sedangkan anaknya masuk kategori di luar tingkat kementerian sehingga skornya 220. “Kenapa perubahan perhitungan skor itu terjadi setelah verifikasi selesai,” ujarnya.
Menanggapi keresahan publik serta berkembangnya spekulasi di masyarakat terkait adanya perubahan dan penurunan nilai skor calon murid baru pada jalur prestasi nonakademik dalam sistem web SPMB Maung, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyampaikan klarifikasi lewat laman resminya pada Jumat 5 Juni 2026. Dinas menyatakan tidak ada pemotongan atau pengurangan skor secara sepihak.
“Perubahan angka yang terjadi di web SPMB Maung merupakan bagian dari proses sinkronisasi dan pemutakhiran data riil agar seluruh penilaian mutlak berbasis pada aturan hukum yang berlaku,” dalam penjelasan Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Aturan SPMB Sekolah Maung didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 27274/HK.02.03/SEKRE tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru Sekolah Manusia Unggul pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Ajaran 2026/2027 keluaran 13 Mei 2026. Dari catatan dinas ada beberapa kasus serupa yang juga terjadi pada kategori prestasi Taekwondo.
“Sistem mendeteksi adanya ketidaksesuaian input awal sehingga dilakukan proses pemutakhiran untuk disesuaikan dengan skor yang diatur dalam Keputusan Gubernur," dalam keterangan Dinas Pendidikan. Kasus kedua ditemukan pada kategori prestasi Pramuka Garuda, dan kasus ketiga kategori Ketua OSIS.
Menurut dinas perubahan peringkat atau ranking yang terjadi pada papan skor sementara merupakan dampak dari pengembalian hak skor para pendaftar ke angka yang sah dan valid sesuai regulasi. Koreksi wajib dilakukan agar tidak ada calon murid yang dirugikan oleh kesalahan pembacaan sistem ataupun kekeliruan input di awal pendaftaran. Ada pun kelulusan ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan guru Sekolah Maung yang pengumumannya dijadwalkan Senin 8 Juni.
Hingga berita ini diunggah Tempo belum mendapatkan penjelasan dari Gubernur Dedi Mulyadi.
.png)
















































