Penerima LPDP Tahun Ini Wajib Ikut Pembekalan di Lanud Halim

8 hours ago 6

PENERIMA beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini diwajibkan mengikuti kegiatan pembekalan sebelum keberangkatan yang akan diisi oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Program itu wajib diikuti seluruh penerima beasiswa program magister (S2) dan doktor (S3), baik tujuan dalam negeri maupun luar negeri, sebelum memasuki masa perkuliahan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan surat yang diperoleh Tempo, kegiatan tersebut akan digelar di Gedung Marsekal Sukardi, Lanud Halim Perdanakusuma, pada 4 hingga 9 Mei 2026. Dalam surat itu disebutkan peserta diwajibkan mengikuti rangkaian kegiatan selama enam hari.

Disebutkan juga kegiatan itu dilakukan dalam rangka memberikan penguatan pola pikir, kemandirian, penanaman nilai luhur bangsa Indonesia, penguatan nasionalisme, serta internalisasi nilai-nilai budaya LPDP.

Selain itu, peserta diharapkan memahami nilai dan budaya integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. "Maka kami melaksanakan rangkaian kegiatan pembekalan wajib bagi penerima beasiswa LPDP," tulis surat yang ditandatangani Direktur LPDP Dwi Larso. Surat tersebut dikeluarkan pada Jumat, 24 April 2026.

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan M. Lukmanul Hakim membenarkan adanya agenda tersebut. Namun ia membantah kegiatan itu merupakan program bela negara.

“Dalam rangka persiapan keberangkatan penerima LPDP, terdapat kegiatan pembekalan keberangkatan yang dilaksanakan melalui berbagai metode, baik luring, di antaranya bertempat di Lanud Halim Perdanakusuma, maupun secara daring, sesuai pengaturan pelaksanaan masing-masing angkatan,” kata Lukman saat dikonfirmasi, Jumat malam, 1 Mei 2026.

Menurut Lukman, kegiatan itu pada dasarnya serupa dengan pembekalan keberangkatan bagi penerima beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya hanya terletak pada lokasi pelaksanaan yang tahun ini digelar di area pangkalan militer.

“Pemilihan lokasi maupun metode pelaksanaan tidak mengubah tujuan maupun isi pembekalan yang diberikan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah materi akan disampaikan oleh Tentara Nasional Indonesia, Lukman tidak menjawab secara tegas. Ia hanya menyebut materi pembekalan berfokus pada penguatan karakter, nilai kebangsaan, kedisiplinan, kesiapan mental, serta etika sebagai penerima beasiswa negara.

Seorang penerima beasiswa yang akan mengikuti kegiatan tersebut mengaku mempertanyakan keterlibatan unsur militer dalam agenda pembekalan. Menurut dia, informasi yang diterima peserta menyebutkan kegiatan akan diisi oleh pemateri dari kalangan militer.

Ia juga mempersoalkan aturan selama kegiatan berlangsung. Peserta disebut akan menginap di tenda dan dibatasi menggunakan telepon genggam hanya satu jam per hari.

“Saya dapat info nanti kami akan menginap di tenda, terus tidak boleh pegang handphone selama acara. Hanya boleh pegang handphone satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan, buat apa?” kata sumber tersebut.

Menurut dia, sejumlah penerima beasiswa telah menyampaikan keberatan kepada manajemen LPDP. Namun, kata dia, pihak penyelenggara menyebut ketentuan tersebut merupakan keputusan manajemen.

“Katanya sebelum ada negosiasi, syarat-syaratnya bahkan tidak boleh ada handphone sama sekali. Setelah ada negosiasi, jadi bisa sehari satu jam saja. Intinya mereka bilang ini sudah keputusan manajemen,” ujarnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online