Penyebab Pengidap TBC Bisa Lolos Latihan Militer Kopdes

3 hours ago 5

SEORANG peserta latihan dasar militer untuk menjadi calon manajer koperasi desa merah putih, Novia Rahmadhani Sihotang, dinyatakan meninggal karena mengalami tuberkulosis atau TBC pada Selasa, 23 Juni 2026. Novia mengikuti pelatihan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Jakarta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan pada Sabtu, 27 Juni 2026, anggota Corp Kesehatan Militer, Letnan Kolonel Ichsan, menjelaskan, Novia telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur sebelum dinyatakan lolos. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, rontgen, dan USG.

Hasil pemeriksaan tersebut, kata dia, tidak menunjukkan adanya tuberkulosis pada Novia. "Pada saat pemeriksaan rontgen itu tidak terdapat TBC," kata Ichsan. Namun dia tidak mengungkap rumah sakit tempat Novia menjalani medical check up tersebut. 

Menurut Ihcsan, TBC sebetulnya merupakan penyakit yang tidak memenuhi syarat kesehatan bagi manajer koperasi desa merah putih. Namun, ia mengklaim hasil medis Novia awalnya hanya menunjukkan infeksi paru-paru akibat virus sehingga dia tetap dinyatakan lolos

Karena itu, Novia dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan dasar militer bersama dengan calon manajer koperasi lainnya. "Kalau yang kami sempat diskusi, itu bukan TBC, tetapi pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus," ujar Ichsan.

Meski demikian, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayor Jenderal Ketut Gede Wetan Pastia mengakui tidak semua penyakit dapat terdeteksi saat pemeriksaan awal. 

Menurut dia, proses seleksi kesehatan telah dilakukan oleh panitia seleksi nasional, namun pada praktiknya masih ada penyakit yang baru diketahui setelah peserta mengikuti pelatihan. “Di kenyataannya memang ada penyakit-penyakit yang tidak terdeteksi," kata Ketut.

Untuk mengantisipasi adanya penularan virus TBC, Ketut berujar penyelenggara telah melacak peserta sekaligus panitia latihan di Halim Perdanakusuma. Hasil dari pelacakan itu menunjukkan sudah ada penularan TBC terhadap peserta lain sehingga dilakukan isolasi. 

“Saya sampaikan sampai saat ini ada pemisahan, memang beberapa orang yang terindikasi ya kena virus (bakteri) itu, tetapi kondisinya masih dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Ketut.

Lebih lanjut, dia menambahkan, Kementerian Pertahanan telah bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk ikut terlibat dalam pelacakan penyebaran bakteri TBC maupun virus lain.

Dian Rahma Fika berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online