Penyebab Prabowo-Gibran Tak Duduk Sejajar di Sidang Kabinet

7 hours ago 14

SIDANG Kabinet Paripurna pada Senin, 20 Juli 2026, menampilkan pemandangan berbeda. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak duduk sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat besar Kabinet Merah Putih yang dihelat di Istana Negara ini, kursi Gibran berada di sisi kanan depan Prabowo.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Putra sulung mantan Presiden Joko Widodo itu duduk satu meja bersama jajaran menteri, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Sementara itu, Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya berada paling di ujung kanan meja mereka.

Sebagai perbandingan, dalam Sidang Kabinet Paripurna yang juga berlokasi di Istana Negara pada 13 Maret 2026 lalu, kursi Gibran sejajar dengan Prabowo. Saat itu, ia duduk satu meja dengan Prabowo, tepatnya di sisi kiri sang Kepala Negara.

Perbedaan posisi duduk Prabowo dan Gibran dalam sidang kabinet ini menjadi sorotan. Menanggapi itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan perubahan tata letak kursi hanya persoalan kebutuhan teknis. “Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ucap Prasetyo kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Prasetyo menerangkan, dalam sidang kabinet kemarin Prabowo ingin memaparkan hasil evaluasi program prioritasnya sekaligus capaian selama sekitar 21 bulan masa pemerintahannya. Menurut Prasetyo, pemaparan Presiden perlu didukung oleh data yang ditampilkan melalui teleprompter.

Maka dari itu, Prabowo duduk di hadapan jajaran pembantunya di Kabinet. “Secara layout kalau kemarin diperhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah, dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata,” tutur Prasetyo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini lantas membantah anggapan bahwa perubahan tata letak kursi keduanya berkaitan dengan ketidaksetaraan antara sang Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. 

Prasetyo menegaskan pemerintahan yang dipimpin Prabowo-Gibran tetap solid. Selain itu, seluruh jajaran kabinet juga berfokus menjalankan program-program prioritas nasional.

“Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat," kata Prasetyo. 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online