INFO TEMPO - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mempertahankan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026 dengan mengedepankan model pembiayaan yang terintegrasi dengan pemberdayaan. Hingga Juni 2026, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp32,3 triliun kepada 12,4 juta nasabah aktif Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Kinerja tersebut didukung oleh 4.035 unit layanan, 62.028 pendamping yang mayoritas perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan akses pembiayaan produktif bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro. Sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Holding Ultra Mikro di bawah naungan Danantara, PNM terus memperluas jangkauan layanan kepada kelompok usaha yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sektor keuangan formal.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
PNM menjalankan model bisnis yang memadukan pembiayaan dan pemberdayaan sebagai dua pilar utama. Selain memberikan akses permodalan tanpa agunan melalui program Mekaar, perusahaan juga membekali nasabah dengan pelatihan, pendampingan usaha, penguatan karakter kewirausahaan, literasi keuangan, hingga literasi digital. Pendekatan ini bertujuan menciptakan usaha yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Sepanjang Semester I 2026, PNM menyelenggarakan 26.776 program pemberdayaan yang diikuti oleh 723.883 peserta. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan reguler Mekaar, pelatihan berbasis klaster usaha, Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar, community meeting, hingga pameran produk. Beragam program ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Hingga Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah tercatat berhasil naik kelas dan memperoleh tambahan pendapatan sejak program tersebut berjalan pada 2022. Dari jumlah itu, 4.901 nasabah telah bertransaksi sebagai agen BRILink Mekaar. Di sisi lain, platform pembelajaran digital yang dikembangkan PNM juga menunjukkan peningkatan pemanfaatan dengan mencatat 5 juta kali akses dan diikuti total 36 juta peserta.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan nasabah untuk berkembang secara mandiri.
"Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang," ujar Kindaris.
Sejak berdiri pada 1999, PNM mengembangkan model pemberdayaan yang mengintegrasikan modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Pendekatan tersebut menjadikan pembiayaan sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring bisnis, memperkuat daya saing, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dengan mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, dan jasa, PNM memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat akar rumput. Memasuki Semester II 2026, perusahaan akan terus memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat kualitas program pemberdayaan guna mendukung terciptanya ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(*)
.png)

















































