PNM Perbarui Jajaran Direksi dan Komisaris, Fokus Perkuat Transformasi

7 hours ago 9

INFO TEMPO - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melakukan penguatan organisasi melalui penyesuaian struktur dan penyegaran jajaran pimpinan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi PNM untuk menjawab tantangan bisnis, digitalisasi, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin kompleks.

Ada tiga sosok baru yang masuk dalam Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Dua di antaranya mengisi posisi Komisaris, yaitu Marsudi Syuhud menjabat sebagai Komisaris Independen serta Temmy Satya Permana sebagai Komisaris. Selain itu, PNM juga memperkenalkan sosok baru dalam jajaran manajemen yaitu L. Dodot Patria Ary Suprianto sebagai Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan dengan Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan transformasi perusahaan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan sistem dan proses bisnis. Menurut dia, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

“Di tengah berbagai perubahan, PNM terus melakukan penguatan di berbagai aspek organisasi. Namun perubahan paling menentukan adalah perubahan manusianya, bagaimana terus belajar, beradaptasi, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kindaris dalam prosesi pelantikan pejabat PNM di Jakarta, Selasa, 3 Juni 2026.

Sebagai perusahaan yang menjalankan mandat pemberdayaan perempuan prasejahtera ultra mikro, PNM menghadapi tantangan berbeda dibanding lembaga keuangan pada umumnya. Karena itu, transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.

“Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Setiap keputusan pemimpin harus berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama,” kata Kindaris.

Penguatan organisasi ini dilakukan setelah perubahan status perusahaan menjadi Persero. Perubahan tersebut menuntut PNM semakin adaptif dan agile, sekaligus tetap menjaga mandat pemberdayaan yang menjadi identitas perusahaan selama lebih dari dua dekade.

Kindaris optimistis budaya gotong royong dan kolaborasi menjadi modal utama PNM dalam menjalankan transformasi ke depan.

“Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target, perubahan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan PNM akan mampu membawa perusahaan melewati proses transformasi ini dengan baik,” ujarnya.

Dengan semangat baru tersebut, PNM menegaskan bahwa transformasi bukan hanya tentang perubahan struktur organisasi ataupun pergantian jabatan. Lebih dari itu, transformasi adalah upaya membangun organisasi yang semakin relevan, tangguh, dan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi jutaan keluarga Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online