Prabowo: Kalau Rakyat Kelaparan, Bangsa Lain Tak Kasihan

11 hours ago 9

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan tak akan ada bangsa lain yang iba kepada Indonesia apabila rakyat mengalami kesulitan. Kepala Negara mengutarakan hal ini ketika bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, hari ini, Senin, 1 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam amanatnya, Prabowo menyatakan tidak menginginkan Indonesia menjadi bangsa yang bergantung pada negara lain. “Sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita,” ucap Prabowo di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, pada Senin pagi.

Mantan Menteri Pertahanan ini mengimbuhkan, “Kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain, yang akan kasihan atau membantu kita.”

Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek yang mengorbankan masa depan anak dan cucu. Bagi mantan Menteri Pertahanan ini, tak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran.

Ia lantas menyinggung gagasan Presiden ke-1 RI, Sukarno, ihwal kemandirian bangsa supaya terlepas dari ketergantungan terhadap pihak-pihak lain.

“Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat,” tutur Prabowo.

Adapun, dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengajak rakyat untuk jujur melihat kondisi Indonesia.

Ia mengatakan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan selama beberapa beberapa puluh tahun ke belakang. Namun Prabowo menilai dampaknya belum dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat. 

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?” ucap Prabowo. “Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang.” 

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Indonesia, kata Prabowo, merupakan salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern. "Namun kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," kata Prabowo.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online