Jakarta -
Kalau Si Kecil lagi susah diatur memang bisa bikin kesal, ya? Belum lagi kalau kita lagi lelah sama pekerjaan rumah, pasti Bunda pun menjadi lebih cepat emosi.
Di momen seperti itu, tanggapan orang tua biasanya terucap begitu saja tanpa dipikir panjang. Padahal, cara kita berbicara ke anak sangat berpengaruh pada kondisi emosional mereka.
Psikolog dan kepala operasional di New York Behavioral Health, Jolie Silva, PhD, menjelaskan bahwa perilaku anak yang susah diatur bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah lingkungan tempat mereka tumbuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak bisa menjadi tantangan karena berbagai alasan, seperti faktor biologis seperti masalah disregulasi emosi, dan faktor lingkungan seperti gaya pengasuhan orang tua," kata Silva, dikutip dari Parade.
Ketika anak sedang dalam kondisi seperti ini, orang tua perlu berhati-hati dalam merespons, ya. Karena itu, psikolog Silva menyarankan orang tua untuk menghindari beberapa kalimat saat menghadapi anak yang sulit diatur.
Kalimat yang sebaiknya dihindari orang tua saat anak susah diatur
Dilansir dari laman Parade, Silva membagikan kalimat yang perlu dihindari orang tua saat anak susah diatur. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. "Jika kamu tidak melakukan ini, maka kamu juga tidak melakukan itu!"
Ketika anak sedang susah diatur, kadang orang tua suka mengeluarkan kalimat yang terdengar tegas tapi justru kurang efektif. Menurut Silva, ancaman seperti ini bisa mengurangi kepercayaan anak pada perkataan orang tua.
"Jika orang tua tidak menindaklanjuti rencana yang telah dibuat, maka Anda sama saja mengatakan kepada anak itu," katanya.
2. "Karena Bunda yang berkuasa di rumah!"
Sangat menggoda untuk menunjukkan kekuasaan saat anak sedang sulit diatur, apalagi kalau emosi Bunda sedang tidak stabil. Psikolog Silva menjelaskan bahwa pola ini termasuk dalam pengasuhan yang bersifat otoriter.
Gaya parenting ini biasanya keras, menuntut, dan kurang memberi pengertian pada anak. Pengasuhan ini disebut kurang efektif bagi perkembangan mental hingga perilaku anak.
"Penelitian selama beberapa dekade telah membuktikan bahwa pola pengasuhan otoriter kurang efektif dalam menumbuhkan perkembangan mental, emosional, dan perilaku anak," ujar Silva.
3. "Tidak ada alasan bagimu untuk bersikap seperti ini"
Kalau Si Kecil lagi menunjukkan perilaku yang sulit diatur, orang tua sering spontan merasa tidak paham dengan apa yang sedang terjadi. Dalam hal ini, Silva menjelaskan bahwa setiap perilaku anak sebenarnya punya alasan di baliknya.
Oleh karena itu, Bunda sebaiknya mencoba memahami perasaan mereka terlebih dahulu sebelum bereaksi.
"Orang tua mungkin tidak selalu setuju dengan perilaku anak mereka yang sulit diatur, tetapi mengungkap dan menangani alasan dari perilaku tersebut lebih efektif daripada menyangkalnya," tuturnya.
4. "Anak lain tidak pernah bertingkah seperti ini!"
Setiap anak memiliki karakter dan cara bereaksi yang berbeda-beda ya, Bunda. Jadi, membandingkan satu anak dengan yang lain bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan.
Silva menegaskan bahwa kebiasaan selalu membandingkan anak bisa berdampak pada kondisi emosional mereka. Hal ini bahkan bisa berpengaruh pada cara anak menilai dirinya sendiri.
5. "Kamu tidak pernah melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan"
Kata-kata seperti ini sering diucapkan saat Bunda sedang kesal menghadapi anak. Padahal, kalimat ini bisa bikin mereka merasa dirinya selalu disalahkan dan tidak pernah dipandang baik.
Silva menjelaskan bahwa kata "tidak pernah" dan "selalu" sebaiknya dihindari saat berbicara dengan anak. Cara bicara ini bisa membentuk pola pikir yang terlalu ekstrem dan kurang sehat untuk perkembangan emosi anak.
6. "Kamu malas"
Ungkapan "kamu malas" kerap terucap saat Si Kecil tidak segera melakukan sesuatu yang diminta, setuju tidak Bunda? Menurut Silva, anak-anak akan lebih mudah paham jika orang tua membicarakan perilakunya secara spesifik.
"Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak akan lebih baik jika orang tua membicarakan perilaku spesifik. Misalnya, 'Kamu sudah duduk di sofa selama dua jam padahal kita sepakat hanya 30 menit,' lebih baik daripada memberi label pada sifat-sifat seperti kemalasan," jelasnya.
7. "Perilaku kamu buruk sekali!"
Ungkapan ini biasanya dikatakan saat orang tua merasa kesal dengan sikap anak. Bicara soal ini, Silva menjelaskan bahwa kata-kata yang terlalu berlebihan justru tidak membantu mengubah perilaku anak.
"Meskipun perilaku tersebut mungkin tidak menyenangkan atau bahkan sangat menantang, melabelinya sebagai mengerikan, buruk, atau menjijikkan tidak membantu mengurangi perilaku tersebut," katanya.
Tips menghadapi anak yang susah diatur
Jadi, ungkapan seperti apa ya yang harus orang tua ucapkan kalau Si Kecil lagi susah diatur? Psikolog Silva menyampaikan bahwa cara menghadapi anak bukanlah menunjukkan reaksi yang spontan, tapi bagaimana orang tua menanggapinya dengan lebih matang.
Bunda dan Ayah bisa mulai mempertimbangkan cara mendekati anak, memilih waktu yang tepat, dan menyiapkan kalimat yang ingin disampaikan.
"Akan sangat membantu jika orang tua melibatkan anak dalam rencana ini, sehingga mereka memiliki kendali atas perilaku mereka dan lebih bertanggung jawab," ujarnya.
Lewat cara ini, anak pun diajak untuk terlibat dalam prosesnya, Bunda. Karena itu, mereka akan belajar bertanggung jawab sekaligus merasa lebih dihargai dalam kesehariannya.
Itulah beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari orang tua saat anak sedang susah diatur.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
10 hours ago
10
















































