loading...
Rakyat Korsel desak pemerintah tak terlibat dalam Perang Iran. Foto/X/RT
SEOUL - Puluhan warga Korea Selatan mendesak pemerintah mereka pada hari Rabu untuk tidak mengerahkan pasukan ke Selat Hormuz yang strategis, sembari mengecam apa yang mereka sebut sebagai "perang ilegal" Washington.
Para pengunjuk rasa yang berada di seberang kompleks kedutaan besar AS yang luas di Seoul mengibarkan poster bertuliskan "Jangan bergabung dalam perang agresi" di tengah pertimbangan para pemimpin mereka mengenai "kontribusi" terhadap keamanan jalur perairan tersebut.
Presiden AS Donald Trump telah mendesak sekutunya, Korea Selatan, untuk membantu dalam perang di Timur Tengah, di mana Iran telah memegang kendali ketat atas selat yang menjadi kunci pasokan minyak global.
"Kita tidak boleh mengirim anak-anak muda kita ke lautan kematian!" seru para pengunjuk rasa—yang berjumlah sekitar 60 orang menurut perkiraan AFP—di tangga luar Sejong Center for the Performing Arts di Seoul.
Aksi protes ini berlangsung sehari setelah otoritas pertahanan Korea Selatan menyatakan telah mengirimkan misi pencari fakta untuk menilai situasi di Selat Hormuz, sembari menegaskan bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait pengerahan pasukan. Korea Selatan pada hari Jumat menyatakan sedang mempertimbangkan "kontribusi" terhadap upaya keamanan AS di sepanjang selat tersebut, dengan syarat kesiapan militernya sendiri tidak terganggu.
Iran telah memperingatkan bahwa pengerahan pasukan apa pun oleh Korea Selatan akan "dianggap sebagai dukungan langsung bagi pihak yang bertanggung jawab atas agresi tersebut dan akan menimbulkan konsekuensi serius".
Jung Kyung-jik dari kelompok masyarakat sipil *People's Solidarity for Participatory Democracy* mengatakan kepada AFP bahwa ia memahami sudut pandang Teheran.
"Seperti yang dikatakan Iran, pengerahan pasukan kami ke wilayah tersebut sama saja dengan partisipasi langsung dalam perang ilegal," ujarnya.
"Telah terjadi banyak pelanggaran hukum internasional akibat serangan AS terhadap Iran, termasuk pengeboman sekolah dasar dan infrastruktur energi," katanya.
.png)





























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)




