Safari Jokowi ke Lampung, Relawan: Permintaan Masyarakat

2 days ago 9

MANTAN Presiden Joko Widodo bakal safari politik ke Lampung pada 26-28 Juni 2026. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Brigade Rakyat Nusantara Provinsi Lampung Sarhani mengatakan kedatangan Jokowi atas dasar permintaan masyarakat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami mengundang beliau karena banyak menerima informasi, masukan dari masyarakat umum bahwa ingin dikunjungi Pak Jokowi pasca purnatugas sebagai presiden,” kata dia saat dihubungi pada Rabu, 24 Juni 2026.

Dia menuturkan para relawan pendukung kemudian bersurat ke Jokowi agar mau bersafari di daerahnya. Sarhani mengklaim kedatangan ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu tak memuat agenda politik.

Menurut dia, Jokowi datang sebagai rakyat biasa. Kedatangannya, kata dia, hanya untuk urusan silaturahmi dengan para kiai dan ulama, tokoh, budayawan, hingga masyarakat umum di Lampung.

“Mereka merindukan sosok Jokowi, makanya mengundang untuk hadir. Masyarakat antusias menyambut,” ucap dia.

Dia mengatakan para relawan pendukung akan membuat baliho menyambut kedatangan Jokowi di daerah paling selatan Pulau Sumatera tersebut.

“Kami akan pasang baliho sebagai bentuk apresiasi dari relawan karena Pak Jokowi sudah meluangkan waktunya untuk hadir di Lampung,” kata Sarhani.

Adapun selama tiga hari di Lampung, Jokowi tak hanya datang menemui relawan dan tokoh adat. Presiden ke-7 itu dijadwalkan mengunjungi sejumlah tempat di antaranya ke Pesantren Al Qodiri di Lampung Tengah, Pasar Kota Gajah Lampung Tengah, Museum Transmigrasi Pesawaran, Kirab Budaya di Lampung Timur, serta ke Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa.

Selain Lampung, Jokowi juga mengunjungi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat. Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali meminta safari politik Jokowi ke daerah-daerah tak perlu dipersoalkan.

Menurut dia, tidak ada yang salah dari keinginan Jokowi bertemu dan menyapa masyarakat. Ali menuturkan mantan presiden itu hanya ingin berterima kasih kepada masyarakat yang sudah memilihnya.

“Harusnya diteladani presiden-presiden pendahulu lain. Selayaknya politik bukan hanya semata-mata kepentingan tapi nilai,” ucap dia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online