INFO TEMPO – Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards selama 17 tahun terakhir telah menjadi ruang bagi anak muda Indonesia untuk membuktikan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana. Program apresiasi yang digagas PT Astra International ini tidak hanya mencari ide kreatif melainkan juga aksi nyata yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat.
Dalam Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 12 Juni 2026, semangat tersebut kembali ditegaskan Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2021 dan Penggerak Desa Sejahtera Astra Lali Gadget, Achmad Irfandi, serta Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital RI Raline Shah. Mereka menyoroti pentingnya keberanian generasi muda untuk mengeksekusi gagasan menjadi gerakan yang berkelanjutan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Siapa pun bisa ikut SATU Indonesia Awards. Mahasiswa, pekerja, komunitas, atau individu yang memiliki aksi nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, maupun teknologi,” kata Head of Corporate Communications Astra, Windy Ruswantyo. Selama 17 tahun ini, kata dia, program ini konsisten membuka kesempatan bagi generasi muda berusia maksimal 35 tahun dari seluruh Indonesia untuk mendaftarkan karya dan program sosial mereka.
Hingga kini, SATU Indonesia Awards telah melahirkan 792 penerima apresiasi dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke. Mereka hadir dengan beragam solusi atas persoalan di lingkungan masing-masing, mulai dari inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian budaya.
Windy menuturkan, terpenting bukanlah seberapa besar ide yang dimiliki, melainkan bagaimana ide tersebut diwujudkan. Sebab, banyak orang dapat memiliki gagasan serupa, namun tidak semua mampu menjalankannya hingga menghasilkan dampak nyata. “Game-nya ada di eksekusi. Siapa yang bisa membuat ide itu benar-benar terjadi, berkembang, dan memberi manfaat lebih luas,” kata dia.
Para pembicara berfoto bersama peserta diskusi di Banyuwangi, Jumat, 12 Juni 2026. Dok. Astra
Kolaborasi dengan Desa Sejahtera Astra
Memasuki tahun ke-17, SATU Indonesia Awards menghadirkan pendekatan baru. Para penerima apresiasi akan dikolaborasikan dengan jaringan Desa Sejahtera Astra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, Astra membina sekitar 1.500 Desa Sejahtera Astra. Program tersebut bertujuan membuka akses dan peluang bagi masyarakat desa agar dapat berkembang secara ekonomi dan sosial.
Melalui kolaborasi ini, para pemenang SATU Indonesia Awards tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga ruang untuk mengembangkan programnya secara lebih luas bersama masyarakat desa. “Kami ingin para penerima apresiasi memiliki laboratorium nyata untuk mengembangkan program mereka. Dengan begitu dampaknya bisa semakin besar,” kata Windy.
Salah satu contoh keberhasilan lahir dari sosok Achmad Irfandi, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2021 di bidang pendidikan. Melalui Kampung Lali Gadget di Sidoarjo, Jawa Timur, dia mengembangkan ruang belajar berbasis permainan tradisional sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
Program tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap semakin minimnya interaksi sosial anak-anak akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Menurut Irfandi, solusi utama bukan melarang teknologi, melainkan menghadirkan aktivitas yang lebih menarik bagi anak-anak. “Kuncinya adalah pendampingan orang dewasa. Anak-anak sebenarnya membutuhkan teman bermain dan ruang interaksi yang menyenangkan,” kata dia.
Salah satu juri SATU Indonesia Awards sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital RI, Raline Shah, mengatakan, program ini memperlihatkan kekuatan terbesar generasi muda Indonesia dalam kemampuan mereka melihat masalah dan menghadirkan solusi.
Selama tiga tahun menjadi juri, Raline mengaku terinspirasi oleh banyak anak muda yang bekerja langsung di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, teknologi, maupun kewirausahaan.
Menurutnya, banyak peserta SATU Indonesia Awards lahir dari lingkungan yang menghadapi berbagai keterbatasan. Namun kondisi tersebut justru mendorong mereka untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Mereka tidak hanya bertahan menghadapi tantangan, tetapi melampaui itu. Mereka mencari solusi dan mengubahnya menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.”
Indonesia, kata dia, membutuhkan semakin banyak anak muda yang berani bergerak dan terhubung satu sama lain dalam semangat kolaborasi. Sebab, perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendirian. “Melakukan kebaikan itu menular. Ketika satu orang bergerak, akan ada lebih banyak orang yang ikut terinspirasi. Itulah semangat yang dibangun SATU Indonesia Awards,” ujar dia.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun mengapresiasi kegiatan ini. Dia pun terus memberikan semangat kepada anak muda. "Semoga setelah mendengar melihat dari narasumber ini menjadi penyemangat. Jadi kesempatan itu ada yang kontribusinya dalam membangun daerah dan negara.”
Tantangan anak muda menurut Ipuk, semakin hari semakin tidak mudah. Teknologi digital, perubahan iklim berpengaruh ketahanan pangan hingga ekonomi global. "Tantangan ini tentu menjadi bahan berintropeksi untuk langkah-langkah selanjutnya. Tetap maju agar bisa survive dan terus berjalan menunjukkan anak muda bisa bermanfaat bagi masyarakat melalui kepedulian, kreativitas dan keberanian.”
Sementara itu, melalui program ini, Astra berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya memiliki ide, tetapi juga keberanian untuk bertindak. Sebab perubahan besar bagi Indonesia pada akhirnya lahir dari aksi nyata yang dilakukan secara konsisten, sekecil apa pun langkah awalnya.
Jadilah bagian dari ratusan anak muda inspiratif yang membawa solusi bagi kemajuan Indonesia. Klik https://s.astra.id/RegistSIA_Tempo untuk mendaftarkan aksi nyata Anda di SATU Indonesia Awards 2026 sekarang juga! (*)
.png)
















































