Tahukah Bunda ada beberapa barang yang tanpa disadari bisa memicu kebakaran? Sebaiknya waspadai beberapa benda di rumah agar tidak terjadi kebakaran.
Rumah sering dianggap sebagai tempat paling aman untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun tanpa disadari, banyak benda sehari-hari yang justru menyimpan potensi bahaya kebakaran.
Setelah menjauhkan risiko yang terlihat jelas seperti lilin di dekat tirai, sebagian orang merasa sudah cukup aman. Padahal ancaman yang lebih tersembunyi justru kerap luput dari perhatian.
Faktanya, benda-benda pemicu kebakaran tersebar di berbagai sudut rumah dan sering dianggap sepele. Risiko tersebut dapat diminimalkan tanpa harus melakukan renovasi besar.
Cukup dengan meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan, serta mengganti beberapa produk dengan alternatif yang lebih aman, potensi kebakaran bisa ditekan secara signifikan.
Barang di rumah yang bisa memicu kebakaran
Mengutip House Digest, berikut deretan barang yang sering ada di rumah namun berpotensi memicu kebakaran.
1. Kapur barus
Kapur barus yang biasa digunakan untuk melindungi pakaian dari serangga ternyata mengandung bahan kimia mudah terbakar seperti naftalena atau paradiklorobenzena. Zat ini bekerja dengan menghasilkan uap beracun bagi serangga, tapi juga bisa menjadi 'bahan bakar' tambahan jika terkena percikan api.
Meski tidak mudah terbakar dengan sendirinya, kapur barus bisa mempercepat penyebaran api jika ada sumber panas seperti rokok, lilin, atau alat elektronik yang overheat. Sebagai alternatif, penggunaan perangkap ngengat atau bahan alami seperti kayu cedar bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
2. Debu pada peralatan panas
Lapisan debu yang menempel pada pemanas ruangan, radiator, atau lampu sering diabaikan. Padahal debu dapat terbakar saat terkena suhu tinggi bahkan memicu api kecil yang bisa membesar.
Dalam kondisi tertentu, debu organik seperti serat kain atau tepung bahkan dapat menyebabkan efek seperti 'ledakan debu'. Bersihkan peralatan secara rutin dan pastikan alat dalam kondisi mati saat dibersihkan menjadi langkah penting untuk mencegah risiko ini.
3. Semir sepatu
Semir sepatu mengandung bahan seperti terpentin dan nafta yang mudah terbakar. Bahan ini memungkinkan api menyala dengan cepat jika terkena percikan.
Meski tidak bisa terbakar sendiri, penggunaan semir sepatu di dekat sumber api seperti lilin atau saat merokok sangat berbahaya. Simpan produk ini di tempat sejuk dan jauh dari panas untuk mengurangi risiko.
4. Panel akustik (Peredam suara)
Panel busa yang digunakan untuk meredam suara di rumah ternyata bisa menjadi pemicu kebakaran jika tidak memiliki perlindungan tahan api. Material seperti poliuretan mudah terbakar dan dapat menghasilkan asap beracun.
Jika ingin memasang peredam suara, pastikan memilih produk dengan standar tahan api (fire retardant) agar lebih aman digunakan dalam jangka panjang.
5. Sabut baja (Steel wool)
Sabut baja yang biasa digunakan untuk membersihkan peralatan dapur ternyata sangat mudah terbakar. Hal ini disebabkan adanya sisa minyak dari proses produksinya.
Menariknya, sabut baja bahkan sering digunakan sebagai pemantik api saat berkemah. Oleh karena itu, jangan menyimpannya dekat kompor atau sumber api lainnya, terutama di dapur.
6. Minyak esensial
Minyak esensial dikenal karena aromanya yang menenangkan, namun dalam bentuk murni, cairan ini mudah terbakar. Kandungan senyawa organik volatil di dalamnya dapat menyala seperti bahan bakar jika terkena api.
Jenis minyak tertentu seperti citrus atau rosemary memiliki risiko lebih tinggi. Gunakan dengan hati-hati dan hindari menempatkannya dekat alat panas seperti kompor atau pemanas.
7. Exhaust fan kamar mandi
Kipas ventilasi kamar mandi yang jarang dibersihkan bisa menjadi sumber kebakaran. Penumpukan debu dan serat halus dapat menghambat putaran kipas sehingga menyebabkan mesin bekerja lebih keras dan akhirnya overheat.
Untuk mencegahnya, bersihkan kipas secara rutin dan matikan saat tidak digunakan agar tidak bekerja terus-menerus tanpa jeda.
8. Krayon
Krayon yang sering digunakan anak-anak ternyata terbuat dari lilin parafin, bahan yang sama dengan lilin biasa. Jika terbakar, krayon dapat menyala dan meleleh seperti lilin.
Meski terlihat tidak berbahaya, krayon bisa menjadi sumber api jika terkena panas. Pengawasan Bunda dan Ayah sangat penting, terutama saat anak bermain di dekat sumber panas.
9. Lampu tanpa pelindung
Lampu yang terbuka tanpa penutup, terutama di ruang sempit seperti lemari dapat memicu kebakaran jika bersentuhan dengan pakaian atau benda lain. Lampu pijar menghasilkan panas tinggi sehingga berisiko membakar benda di sekitarnya. Ganti dengan lampu LED yang lebih dingin dan gunakan sensor otomatis bisa menjadi solusi yang lebih aman.
10. Baterai lithium
Baterai lithium yang terdapat pada berbagai perangkat elektronik seperti ponsel, vacuum robot, atau sikat gigi elektrik memiliki risiko kebakaran jika terlalu panas atau overcharge. Jika terjadi kerusakan, baterai ini bahkan bisa meledak. Gunakan charger asli, hindari pengisian daya di atas bahan mudah terbakar, dan pastikan sirkulasi udara cukup saat mengisi daya.
Dengan kebiasaan sederhana seperti membersihkan secara rutin, menyimpan barang dengan benar, dan lebih berhati-hati terhadap sumber panas, risiko kebakaran bisa diminimalkan secara efektif.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
.png)
5 hours ago
2
















































