Seteru Memanas! AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran, Teheran Sebut Bualan Palsu

11 hours ago 9

loading...

Militer AS klaim telah menenggelamkan enam kapal kecil Iran di Selat Hormuz, namun Teheran menepis dan menyebutnya sebagai bualan palsu. Foto/X @DeptofWar

TEHERAN - Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas di Selat Hormuz pada hari Senin. Militer Amerika mengeklaim telah menghancurkan dan menenggelamkan enam kapal kecil Teheran serta mencegat rudal jelajah dan drone yang ditembakkan pasukan republik Islam tersebut saat mereka berupaya menggagalkan upaya Angkatan Laut Washington untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, seorang pejabat militer senior Iran membantah klaim AS tentang penenggelaman enam kapal kecil militer Iran di Selat Hormuz sebagai "bualan palsu".

Baca Juga: Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar

Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan bantahan tersebut, tanpa memberikan detail lebih lanjut atau menyebutkan pejabat militer yang berbicara.

Angkatan Laut Iran mengatakan telah memperingatkan kapal-kapal perusak AS di dekat selat dan melepaskan tembakan peringatan setelah kapal-kapal tersebut mengabaikan peringatan, menurut IRIB.

Kepala Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami juga mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa kapal-kapal perusak AS disambut dengan "respons yang kuat", termasuk pengerahan rudal jelajah dan drone tempur.

Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi yang disebut "Project Freedom" atau "Proyek Kebebasan" pada hari Senin ketika dia berusaha merebut kendali jalur air penting tersebut dari Iran. Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari.

Kepala Komando Pusat AS atau CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menolak berkomentar apakah menurutnya gencatan senjata yang dimulai pada 8 April tetap berlaku ketika Iran melancarkan serangan di wilayah tersebut, termasuk dengan serangan drone dan rudal terhadap Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Senin.

Namun Cooper mengakui upaya berkelanjutan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran untuk "mengganggu" operasi Proyek Kebebasan Trump.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online