Selular.id – Sony Interactive Entertainment resmi mengumumkan akan menghentikan produksi game PlayStation dalam format cakram (disc) mulai Januari 2028.
Setelah tanggal tersebut, seluruh game baru untuk konsol PlayStation hanya akan tersedia dalam format digital melalui PlayStation Store maupun toko ritel yang menjual kode digital.
Keputusan ini diumumkan langsung melalui PlayStation Blog. Sony menjelaskan perubahan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang dalam beberapa tahun terakhir semakin memilih membeli dan memainkan game secara digital dibandingkan versi fisik.
Perusahaan menilai langkah tersebut merupakan evolusi alami industri hiburan yang kini semakin mengarah ke distribusi digital.
Sony juga memastikan kebijakan baru tersebut tidak akan memengaruhi game yang sudah dirilis ataupun judul yang dijadwalkan meluncur sebelum Januari 2028 dalam format disc.
Dengan kata lain, koleksi game fisik yang sudah dimiliki pengguna tetap dapat digunakan seperti biasa, sementara transisi hanya berlaku untuk game baru yang dirilis setelah batas waktu tersebut.
Peralihan menuju distribusi digital sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak era PlayStation 5, Sony mulai menawarkan varian konsol tanpa optical disc drive.
Bahkan PlayStation 5 Pro yang diperkenalkan pada 2024 hanya tersedia sebagai konsol digital dengan opsi disc drive eksternal yang dijual terpisah. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan memang tengah mempersiapkan masa depan tanpa media fisik.
Dalam pernyataannya, Sony mengatakan preferensi konsumen terhadap media digital kini jauh melampaui penggunaan cakram fisik. Dengan mengalihkan seluruh distribusi game baru ke format digital, perusahaan berharap dapat lebih menyesuaikan layanan dengan cara mayoritas pemain mengakses dan membeli game saat ini.
Selain mengikuti perubahan perilaku konsumen, distribusi digital juga menawarkan sejumlah keuntungan dari sisi bisnis.
Tanpa perlu memproduksi disc, mencetak kemasan, maupun mendistribusikan produk fisik ke berbagai negara, biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.
Distribusi digital juga memungkinkan game tersedia secara serentak di berbagai wilayah hanya melalui proses unduhan.
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan penjualan game digital kini menjadi kontributor terbesar bagi bisnis PlayStation.
Bahkan distribusi game fisik hanya menyumbang sebagian kecil dari total pendapatan software PlayStation dalam setahun terakhir, menunjukkan perubahan pola konsumsi yang semakin jelas.
Meski demikian, keputusan Sony diperkirakan akan memengaruhi ekosistem game fisik yang selama ini masih bertahan. Pasar game bekas menjadi salah satu sektor yang paling terdampak karena pemain nantinya tidak lagi dapat menjual kembali game baru yang dibeli secara digital.
Begitu pula dengan kebiasaan meminjam atau bertukar game antar pengguna yang selama ini hanya bisa dilakukan melalui media fisik.
Sejumlah peritel game juga diperkirakan harus menyesuaikan model bisnis mereka. Selama bertahun-tahun, penjualan game dalam bentuk disc menjadi salah satu sumber pendapatan utama toko ritel.
Ketika seluruh game baru beralih menjadi digital, toko fisik kemungkinan akan lebih banyak menjual voucher digital, aksesori, hingga perangkat keras dibandingkan game dalam kemasan.
Perubahan yang dilakukan Sony sebenarnya bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Industri game global memang tengah bergerak menuju distribusi digital.
Microsoft dalam beberapa tahun terakhir juga semakin mendorong pembelian game digital di ekosistem Xbox, sementara Nintendo mulai memperkenalkan model distribusi baru melalui game-key card pada sebagian judul Switch generasi berikutnya.
Di sisi lain, Sony juga mengumumkan penghentian layanan PlayStation Store untuk PlayStation 3 dan PS Vita secara bertahap.
Penutupan layanan tersebut dilakukan karena sistem transaksi pada platform lama dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan infrastruktur modern.
Pengguna masih dapat mengunduh kembali konten yang pernah dibeli sebelumnya untuk sementara waktu, tetapi pembelian baru nantinya akan dihentikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Sony.
Langkah ini memperlihatkan arah strategi jangka panjang Sony yang semakin berfokus pada ekosistem digital, baik dari sisi distribusi game maupun layanan daring.
Selain mempermudah pembaruan konten dan distribusi global, pendekatan digital juga membuka peluang integrasi yang lebih erat dengan layanan berlangganan seperti PlayStation Plus.
Bagi para kolektor game fisik, keputusan tersebut tentu menjadi penanda berakhirnya sebuah era yang telah berlangsung selama puluhan tahun sejak generasi PlayStation pertama.
Namun bagi Sony, perubahan ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebiasaan baru pemain yang kini semakin mengandalkan koneksi internet untuk membeli, mengunduh, dan memainkan game.
Mulai Januari 2028, seluruh game baru PlayStation akan memasuki era distribusi digital sepenuhnya. Walau koleksi disc yang telah beredar tetap mendapat dukungan, arah bisnis Sony kini semakin jelas mengarah pada ekosistem digital sebagai fondasi utama pengembangan platform PlayStation di masa mendatang.
Baca juga: Harga RAM Melambung, Sony Pastikan Pengembangan PlayStation 6 Tetap Sesuai Jadwal
.png)









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)



