SPMB Jawa Barat Tahap 1 Sudah Ditutup, Masih Ada Tahap 2

8 hours ago 2

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat resmi menutup pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 dengan ratusan ribu calon murid baru telah terpetakan di sekolah pilihannya. Bagi yang lolos, tahapan berikutnya adalah daftar ulang pada akhir Juni, sementara calon murid yang belum terpetakan masih memiliki kesempatan melalui SPMB Tahap 2.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengatakan seluruh proses SPMB tahun ini berjalan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas, sekaligus mengoptimalkan kuota sekolah yang tersedia agar hak pendidikan setiap anak tetap terpenuhi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan SPMB Tahap 1. Bagi calon murid baru yang belum terpetakan, tidak perlu khawatir karena kesempatan masih terbuka melalui SPMB Tahap 2 sehingga seluruh calon murid tetap memiliki peluang untuk memperoleh layanan pendidikan," ujar Purwanto dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut dia, calon murid baru yang telah terpetakan di Tahap 1 wajib melakukan daftar ulang di sekolah tujuan masing-masing pada 26 dan 29 Juni 2026. Sementara itu, SPMB Tahap 2 akan dibuka pada 30 Juni serta 1, 2, 3, dan 6 Juli 2026. Tahap ini menjadi kesempatan lanjutan bagi calon murid yang belum mendapatkan sekolah pada seleksi pertama.

Di tengah tingginya jumlah pendaftar, Pemprov Jabar juga memperkuat kerja sama dengan sekolah swasta. Langkah itu diambil lantaran daya tampung sekolah negeri belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Jawa Barat.

"Komitmen kami adalah mengawal seluruh proses ini secara terbuka. Setiap satuan pendidikan telah kami siapkan untuk memberikan pelayanan dan informasi yang utuh serta transparan kepada orang tua maupun calon murid," katanya.

Salah satu orang tua calon murid, Tuti Ningsih, bersyukur putrinya, Nayla Dwi Alifah, berhasil diterima di SMK Negeri 3 Bandung. Tuti mengatakan bisa memantau hasil seleksi secara berkala dan melihat urutan atau peringkat putrinya untuk bisa lolos ke sekolah yang dituju. 

"Alhamdulillah, anak saya berhasil terpetakan di SMKN 3 Bandung. Selama mengikuti prosesnya, kami dapat memantau hasil seleksi secara berkala dan semuanya berjalan lancar. Semoga anak kami dapat belajar dengan semangat serta meraih prestasi di sekolah pilihannya," kata dia. 

Nayla pun mengaku lega dan bahagia bisa lolos di sekolah yang diimpikannya setelah sempat diliputi kekhawatiran saat menunggu hasil seleksi. "Aku bersyukur banget bisa terpetakan di sekolah yang aku pilih. Awalnya sempat khawatir saat menunggu hasil seleksi, tapi akhirnya berhasil terpetakan di SMKN 3 Bandung. Alhamdulillah, aku siap belajar lebih giat di sekolah pilihanku," ujarnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online