Starlink Versi Uni Eropa IRIS² Percepat Konstelasi 348 Satelit

8 hours ago 6

Selular.ID – Uni Eropa mempercepat pembangunan IRIS², sistem konektivitas satelit berdaulat yang dirancang sebagai alternatif Eropa terhadap layanan seperti Starlink, dengan peluncuran pertama ditargetkan mulai 2029.

Dalam rencana terbaru, arsitektur IRIS² diperluas menjadi 348 satelit, bertambah 66 unit dari rancangan sebelumnya, untuk memperkuat kapasitas komunikasi aman bagi pemerintah, sektor pertahanan, bisnis, dan masyarakat.

IRIS² merupakan singkatan dari Infrastructure for Resilience, Interconnectivity and Security by Satellite.

Program ini dikembangkan Uni Eropa bersama konsorsium SpaceRISE yang terdiri dari operator satelit SES, Eutelsat, dan Hispasat, serta melibatkan sejumlah perusahaan industri antariksa dan telekomunikasi Eropa.

Komisi Eropa sebelumnya memberikan kontrak konsesi selama 12 tahun kepada SpaceRISE untuk mengembangkan, menerapkan, dan mengoperasikan sistem tersebut.

Percepatan jadwal dan perluasan konstelasi berkaitan dengan kebutuhan Uni Eropa terhadap infrastruktur komunikasi yang lebih mandiri dan aman.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

IRIS² akan menggabungkan satelit pada orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO) dan orbit menengah Bumi (Medium Earth Orbit/MEO), sehingga dapat menyediakan konektivitas aman sekaligus memperluas akses broadband ke wilayah yang belum terjangkau jaringan terestrial.

Tambah 66 Satelit untuk Kapasitas Keamanan

Rencana terbaru IRIS² menambahkan 66 satelit High-LEO ke arsitektur sebelumnya. Penambahan tersebut membawa jumlah konstelasi menjadi 348 satelit, yang terdiri dari 330 satelit High-LEO dan 18 satelit MEO.

Pengembangan tambahan ini diarahkan terutama untuk memperbesar kapasitas komunikasi aman yang dapat digunakan pemerintah dan sektor pertahanan.

Komisi Eropa sebelumnya menetapkan IRIS² sebagai salah satu program unggulan untuk memperkuat keamanan, keselamatan, dan ketahanan infrastruktur Eropa.

Sistem ini dirancang menyediakan komunikasi terenkripsi bagi institusi Uni Eropa, kementerian, kedutaan, serta pengguna pemerintah lainnya. Pada saat yang sama, kapasitas jaringan dapat digunakan untuk kebutuhan komersial dan konektivitas masyarakat.

Konsep multi-orbit menjadi bagian penting dari rancangan IRIS². Satelit MEO dan LEO memiliki karakteristik berbeda dalam hal cakupan, kapasitas, dan latensi.

Penggabungan keduanya memungkinkan sistem melayani kebutuhan komunikasi yang beragam melalui satu infrastruktur satelit Eropa.

Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) menyebut IRIS² juga akan melayani sektor bisnis, transportasi, serta wilayah terpencil dan kurang terlayani.

Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan ketahanan konektivitas dan mengurangi ketergantungan Eropa terhadap infrastruktur komunikasi satelit dari luar kawasan.

Peluncuran Pertama Ditargetkan 2029

Perubahan jadwal membuat 2029 menjadi tahun penting bagi IRIS². ESA sebelumnya telah menetapkan peluncuran pertama konstelasi pada 2029.

Sementara itu, Komisaris Eropa untuk Pertahanan dan Antariksa Andrius Kubilius pada Januari 2026 menyatakan target layanan awal juga diarahkan pada 2029, lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Dalam rancangan awal, sistem IRIS² terdiri dari sekitar 290 satelit dengan target layanan pemerintah pada 2030.

Komisi Eropa memberikan konsesi kepada SpaceRISE pada 2024 untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem tersebut selama 12 tahun.

Nilai keseluruhan kontrak konsesi mencapai sekitar 10,6 miliar euro, dengan pendanaan berasal dari Uni Eropa, ESA, dan investasi sektor swasta.

Percepatan menuju 2029 menunjukkan perubahan prioritas dalam pembangunan konektivitas satelit Eropa. IRIS² tidak hanya diposisikan sebagai proyek broadband, tetapi juga sebagai infrastruktur strategis untuk komunikasi pemerintah dan kebutuhan keamanan.

Komisaris Andrius Kubilius sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa IRIS² dapat mulai menyediakan layanan pada 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam European Space Conference pada Januari 2026 ketika Uni Eropa juga mulai mengoperasikan GOVSATCOM, sistem yang menggabungkan kapasitas satelit milik negara-negara anggota untuk kebutuhan komunikasi pemerintah yang aman.

Terhubung dengan GOVSATCOM

IRIS² tidak dibangun sebagai sistem yang berdiri sendiri. Program tersebut berkaitan erat dengan GOVSATCOM, layanan komunikasi satelit aman milik Uni Eropa yang mulai beroperasi pada Januari 2026.

GOVSATCOM menggabungkan kapasitas satelit yang tersedia dari negara-negara anggota dan menyediakannya kepada pengguna pemerintah yang berwenang.

Sistem ini menjadi tahap awal untuk membangun kapasitas komunikasi satelit yang lebih terintegrasi sebelum layanan IRIS² tersedia secara penuh.

Menurut Komisi Eropa, ketika IRIS² sudah beroperasi, layanannya akan diintegrasikan ke dalam katalog layanan GOVSATCOM. Integrasi tersebut akan memperluas kapasitas komunikasi aman yang tersedia bagi pemerintah negara anggota.

Kombinasi kedua sistem juga menunjukkan pembagian fungsi antara kapasitas satelit yang sudah tersedia dan konstelasi baru yang sedang dibangun.

GOVSATCOM memanfaatkan sumber daya yang ada, sedangkan IRIS² akan menghadirkan infrastruktur multi-orbit baru dengan kapasitas yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan jangka panjang Uni Eropa.

Dorong Konektivitas di Wilayah Terpencil

Selain komunikasi pemerintahan dan pertahanan, IRIS² memiliki fungsi untuk memperluas akses internet.

Komisi Eropa menyebut sistem ini akan menyediakan broadband bagi pemerintah, perusahaan swasta, dan warga Eropa, termasuk untuk mengatasi wilayah yang mengalami kesenjangan konektivitas.

Model tersebut membuat IRIS² memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas dibandingkan jaringan komunikasi pemerintah konvensional. Infrastruktur satelit dapat menjangkau wilayah yang sulit dilayani jaringan serat optik atau jaringan seluler berbasis menara.

Komisi Eropa juga telah menyiapkan dukungan untuk pengembangan terminal pengguna IRIS².

Pada Mei 2026, Komisi membuka program hibah untuk membantu pengembangan terminal pengguna yang terjangkau bagi layanan IRIS² dan GOVSATCOM. Program tersebut ditujukan kepada badan hukum yang berada di negara anggota Uni Eropa.

Terminal pengguna menjadi komponen penting karena jaringan satelit tidak dapat dimanfaatkan tanpa perangkat di sisi pengguna. Karena itu, pengembangan terminal berjalan bersamaan dengan pembangunan segmen satelit dan infrastruktur darat.

Bukan Sekadar Proyek Internet Satelit

Kehadiran IRIS² juga berkaitan dengan agenda kemandirian teknologi dan keamanan Uni Eropa. Komisi Eropa menyebut sistem tersebut sebagai infrastruktur untuk meningkatkan ketahanan dan kedaulatan konektivitas Eropa.

Kebutuhan tersebut semakin relevan untuk komunikasi yang berkaitan dengan pemerintahan, pertahanan, penanganan krisis, serta infrastruktur kritis.

Sistem yang dikendalikan melalui kerangka Eropa memberikan alternatif terhadap ketergantungan pada jaringan satelit yang berada di luar yurisdiksi Uni Eropa.

Di sisi komersial, konsorsium SpaceRISE tetap memiliki peran penting. SES, Eutelsat, dan Hispasat menjadi bagian dari konsorsium yang bertanggung jawab mengembangkan serta mengoperasikan sistem.

Komisi Eropa juga melibatkan perusahaan seperti Airbus Defence and Space, Thales Alenia Space, OHB, Telespazio, Deutsche Telekom, Orange, Hisdesat, dan Thales SIX dalam ekosistem pengembangannya.

IRIS² juga akan memiliki keterkaitan dengan jaringan terestrial. ESA menjelaskan bahwa sistem tersebut ditujukan untuk mendukung konektivitas di area dengan jaringan darat terbatas, sekaligus meningkatkan ketahanan komunikasi Eropa.

Dengan target peluncuran pertama pada 2029 dan penambahan 66 satelit, IRIS² kini memasuki tahap pengembangan dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan rancangan awal.

Pemerintah dan institusi Uni Eropa akan menjadi pengguna utama layanan aman, sementara kapasitas komersial membuka ruang bagi pemanfaatan oleh perusahaan dan masyarakat setelah sistem memasuki tahap operasional.

Baca Juga: MediaTek dan Starlink Hadirkan Fitur Satelit Darurat di Perangkat Seluler

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online