Telkom Anugerahi 17 Inovator Lingkungan di Bumi Berseru Fest

1 day ago 11

Selular.ID – Telkom menuntaskan rangkaian program Bumi Berseru Fest 2025 melalui Awarding Day yang digelar pada 25 April 2026, sekaligus memberikan apresiasi kepada 17 inovator lingkungan terbaik nasional.

Program ini menjadi bagian dari strategi Telkom dalam memperkuat solusi mitigasi pencemaran lingkungan berbasis komunitas melalui pendekatan teknologi, kolaborasi, dan implementasi langsung di masyarakat.

Ajang yang diikuti lebih dari 2.200 peserta dari berbagai wilayah Indonesia tersebut dirancang bukan sekadar kompetisi inovasi, melainkan platform akselerasi bagi solusi lingkungan yang dapat diimplementasikan secara nyata.

Melalui proses seleksi bertahap, puluhan tim mendapatkan pendampingan intensif dan dukungan pendanaan untuk menguji efektivitas gagasan mereka dalam menjawab tantangan lingkungan di tingkat lokal.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa Bumi Berseru Fest menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memanfaatkan inovasi digital untuk mendorong keberlanjutan.

“Telkom meyakini bahwa setiap inovasi harus memiliki model keberlanjutan yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan pencemaran lingkungan. Melalui program ini, kami tidak hanya mendorong lahirnya ide-ide kreatif, tetapi juga memastikan implementasinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hery.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Program ini digelar di tengah meningkatnya urgensi persoalan lingkungan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2025, sebanyak 13,4 persen dari total 84.139 desa dan kelurahan di Indonesia tercatat mengalami setidaknya satu jenis pencemaran lingkungan. Kondisi ini mencakup pencemaran air, tanah, maupun udara yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk akses air bersih, kesehatan publik, dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui Bumi Berseru Fest, Telkom mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mendorong inovasi berbasis komunitas. Dari total peserta yang mendaftar, sebanyak 83 tim lolos ke tahap pitching daring.

Selanjutnya, 47 tim terbaik memperoleh akses pendanaan dan pendampingan selama tiga bulan untuk menjalankan program lingkungan secara langsung di lapangan.

Selama masa implementasi, peserta mendapat sesi mentoring, penguatan kapasitas, serta evaluasi berkala dari Telkom. Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap solusi yang dikembangkan tidak berhenti pada ide, tetapi mampu menghasilkan dampak terukur di masyarakat.

Pada tahap final, seluruh semifinalis mempresentasikan hasil implementasi program di hadapan dewan juri. Dari proses penilaian tersebut, terpilih 17 inovator terbaik yang dinilai berhasil menunjukkan efektivitas solusi dan keberlanjutan program.

Di kategori Teknologi Hijau, penghargaan diberikan kepada Carbon Circle Community dan Satu Banten.

Pada kategori Aksi untuk Bumi subkategori Air, penghargaan diraih oleh Hima Biologi, Blue Triangle Conservation, serta Kelompok Muda Pecinta Hutan Desa Hoder.

Untuk subkategori Tanah, penghargaan diberikan kepada Komunitas Urban Farming Lebak, EkoSwara, dan HPAI Malang Raya. Sementara pada kategori Inovasi Eco-Produk subkategori Daur Ulang, pemenang terdiri atas Tenun Ikat by Nay Collection, Underwater Crafting, dan Sekar Handycraft.

Pada subkategori Gaya Hidup, penghargaan diraih Hanenda.idn, Oentukmu.id, dan Noto Godhong. Sedangkan subkategori Material Inovatif dimenangkan oleh Binangan Jabu, Tano Puan, dan King Leaf Internasional.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang selaras dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui kerangka Sustainable Development Goals, khususnya Tujuan 12 terkait konsumsi dan produksi berkelanjutan, Tujuan 13 mengenai aksi iklim, serta Tujuan 17 tentang kemitraan.

Bagi Telkom, penguatan inisiatif semacam ini juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan sebagai digital ecosystem enabler.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur telekomunikasi, Telkom memperluas perannya ke pengembangan solusi berbasis teknologi yang memberi dampak sosial dan lingkungan.

Melalui model kolaborasi lintas sektor yang diterapkan dalam Bumi Berseru Fest, Telkom membuka ruang bagi komunitas, inovator lokal, dan pelaku usaha sosial untuk memanfaatkan teknologi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara konkret.

Ke depan, Telkom menyatakan akan terus memperluas inisiatif keberlanjutan berbasis inovasi sebagai bagian dari kontribusinya terhadap ketahanan lingkungan nasional.

Langkah ini sejalan dengan dorongan transformasi digital Indonesia yang semakin menempatkan teknologi sebagai instrumen penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Telkomsel Gelar Digiland Run 2026, Gabungkan Lari dan 5G AI

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online