Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?

12 hours ago 7

loading...

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak main-main dalam kunjungan kenegaraan pertama ke China di masa jabatannya yang kedua ini. Foto/Dok

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak main-main dalam kunjungan kenegaraan pertama ke China di masa jabatannya yang kedua ini. Tak tanggung-tanggung, Trump memboyong pasukan elit yang terdiri dari 5 miliarder terkaya dunia dengan total kekayaan gabungan mencapai USD870 miliar atau setara Rp15.097 triliun (dengan kurs Rp17,353 per USD) untuk bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pekan ini.

Langkah spektakuler ini diambil di tengah ketegangan perdagangan yang memuncak, berkecamuknya perang AS-Israel melawan Iran , dan perlombaan senjata Kecerdasan Buatan (AI) yang kian sengit. Pertemuan tingkat tinggi ini disebut-sebut sebagai penentu arah ekonomi global untuk dekade berikutnya.

Daftar Orang Paling Berkuasa yang Ikut ke China

Berdasarkan laporan Bloomberg, rombongan Diplomasi Dolar Trump ini mencakup nama-nama besar yang mengendalikan teknologi dan keuangan dunia, seperti Elon Musk dari Tesla dengan kekayaan mencapai USD823,3 miliar untuk menyandang gelar sebagai orang terkaya di dunia.

Baca Juga: Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun

Lalu ada juga Stephen Schwarzman dari Blackstone, raja ekuitas swasta pemilik harta kekayaan USD40,5 miliar. Selanjutnya Tim Cook dari Apple (USD2,9 miliar), Larry Culp dari General Electric (USD1,8 miliar) dan Larry Fink dari BlackRock (USD1,3 miliar).

Selain mereka, CEO Boeing Kelly Ortberg, serta pimpinan Goldman Sachs dan Citigroup juga ikut dalam total 17 eksekutif top AS yang terbang ke Beijing. Mereka termasuk di antara miliarder yang diperkirakan akan bepergian ke Beijing bersama Trump.

Misi Utama: Minyak Iran dan Pesawat Boeing

Kunjungan yang sempat tertunda sejak Maret akibat perang di Iran ini membawa agenda yang sangat mendesak. Trump dilaporkan akan mendesak Xi Jinping untuk membantu AS membuka kembali Selat Hormuz. Mengingat China adalah pembeli minyak terbesar Iran, pengaruh Beijing dianggap sebagai kunci untuk mengakhiri kebuntuan energi global.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online