UI Dorong Kontribusi Guru Besar untuk Bangsa dan Negara

14 hours ago 6

INFO TEMPO - Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) menggelar Temu Akbar Guru Besar Universitas Indonesia Tahun 2026 di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Forum silaturahmi ini menjadi penguat peran guru besar UI dalam pembangunan UI dan negeri.

"Temu Akbar ini diselenggarakan sebagai forum silaturahmi di antara para guru besar untuk saling mengenal, bertukar pikiran, dan ke depannya mungkin bisa membangun kolaborasi," kata Ketua Dewan Guru Besar UI Eko Prasodjo.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Eko menjelaskan, tujuan temu akbar ini adalah, pertama, untuk saling mengenal para guru besar dari berbagai fakultas sehingga dapat membangun dan memperkuat kolaborasi dalam tridarma perguruan tinggi. "Saat ini Dewan Guru Besar mendorong kolaborasi riset multidisiplin dan juga interdisiplin yang melibatkan berbagai pakar dan kelompok riset," ujarnya.

Kedua, Eko melanjutkan, temu akbar ini untuk memperkuat kolaborasi sebagai academic leader dalam kontribusinya untuk memecahkan masalah-masalah pembangunan nasional, pemerintahan, serta kehidupan berbangsa dan negara. Ketiga, para guru besar diharapkan bisa berperan untuk mengawal, mempromosikan, dan menjadi model dalam penegakan integritas akademik di Universitas Indonesia.

Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah memberi sambutan dalam acara Temu Akbar Guru Besar Universitas Indonesia Tahun 2026 di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu, 12 Agustus 2026. TEMPO/Afrilia Suryanis

"Peran ini tentunya untuk memperkuat visi UI yang unggul dan impactful melalui peran Dewan Guru Besar," ujar Eko.

Eko menuturkan UI memiliki 478 guru besar. Dari jumlah itu, ada beberapa yang terlibat langsung dalam kebijakan pemerintah secara individu atau institusi. "Ada guru besar yang menjadi staf ahli, menteri, dirjen, dan banyak guru besar UI yang langsung terlibat di dalam proses pembentukan kebijakan, melalui berbagai kajian, tenaga ahli, konsultan yang diminta oleh pemerintah," ujarnya.

Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan guru besar ini merupakan aset UI dan bangsa. Sebab, mereka memiliki kompetensi keilmuan yang mumpuni di bidang masing-masing.

"Pertemuan ini menjadi pengingat kembali fungsi guru besar di Universitas Indonesia yang diposisikan sebagai guru bangsa," kata Heri.

Karena itu, Heri menegaskan, dengan keilmuan yang dimiliki sudah selayaknya guru besar UI memiliki kepekaan terhadap kontribusi kepada bangsa serta negara dengan berbasis keilmuan dan data. "Tentunya dalam perjalanan suatu bangsa selalu ada hal-hal yang perlu diberikan masukan, dianalisis, dan diberi usulan-usulan untuk solusinya. Nah, disinilah peran guru besar untuk memberikan analisis dan alternatif solusi dengan basis keilmuan yang multidisiplin dan data yang dimiliki oleh para guru besar," ucapnya.

Heri menjelaskan, kontribusi guru besar secara individu banyak yang menjadi konsultan atau menjadi tim untuk mengkaji berbagai hal dari stakeholder, baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun dunia industri. "Dengan Temu Akbar Guru Besar ini bisa dikonsolidasikan sehingga jika diperlukan problem solving terhadap suatu persoalan, para guru besar ini siap memberikan sumbangsih, pemikiran, tenaga, ataupun keilmuan untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan secara keilmuan dan persoalan praktis di masyarakat," ucapnya." (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online